JAMBERITA.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi dan 11 Kabupaten/Kota sudah mendapatkan gambaran proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019. Ini diperoleh usai menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan simulasi di hotel Abadi Grand, Sabtu (24//2018) kemarin.
Dalam simulasi itu, proses pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) membutuhkan waktu cukup lama. Untuk penghitungan saja menghabiskan waktu 15 jam, dengan jumlah 300 pemilih disetiap TPS dimasing-masing daerah.
Komisioner KPU Provinsi Jambi Apnizal mengatakan, dalam simulasi pihaknya semua kemungkinan yang akan terjadi di TPS. Dimulai dari menghitung waktu dari pemilih TPS, membuka kotak hingga penghitungan suara.
“Ini kegiatan pertama sebelum dibentuknya KPPS. Simulasi disiapkan persis dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di Pemilu 2019,” ujarnya kemarin.
Apnizal tidak menapik ada tugas berat yang akan diemban para petugas KPPS pada hari pemilihan nanti. Dalam simulasi pungut hitung yang dilakukan dengan kondisi normal yaklni 40 pemilih menghabiskan waktu 1 jam. “Jadi kalau 300 pemilih per TPS, kami prediksi akan membutuhkan waktu 6-7 jam untuk pemungutan saja,” katanya.
Kemudian untuk penghitungan, pihaknya menggunakan sampel dari pencalonan DPD dan Pilpres. Perkiran proses penghitungan akan menghabiskan 1 sampai 1,5 Jam untuk 80 pemilih. “Jika 300 pemilih setidaknya membutuhkan waktu 3 jam untuk satu kota suara saja,” jelasnya.
Sehingga dari simulasi ini diperoleh gambaran durasi waktu yang akan digunakan dalam proses Pemilu tahun depan. Titik terberat yakni pada penghitungan yang kemungkinan besar menghabiskan waktu kurang lebih 15 Jam.
“Jadi kalau 1 kotak saja 3 Jam, maka kalau 5 kotak setidaknya kita membutuhkan waktu 15 Jam, dari kotak DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Presiden,” bebernya.
Sehingga proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi diprediksi akan berlangsung hingga dini hari. “Itupun kalau penghitungan kita mulai jam 13.00 Wib,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya akan akan menggelar pendidikan bagi PPS dan KPPS. Tidak menutup kemungkinan simulasi itu akan dilakukan hingga ketingkat paling bawah.
“Kita ingin dapatkan simulasi yang ril. Jadi menjelang Januari, kita akan turun dan melakukan simulasi terus menerus, bisa saja sempelnya hingga 200 pemilih,” sebutnya.
Dari simulasi, kata Apnizal, pihaknya juga mendapatkan sejumlah catatan, salah satunya terkiat degan besarnya surat suara. Kemudian ada kemungkinan pemilih disetiap TPS akan dikurangi dari jumlah maksimal yakni 300 pemilih. “Kalau melihat simulasi kita usahakan kalau bisa dibawah 300 per TPS,” terangnya.
Lalu ada kemungkinan TPS akan bertambah? Apnizal mengatakan jika peluang itu bisa saja terjadi agar lebih efektif. Karena jika lebih dari 300 pemilih, aplikasi yang dibuat KPU RI tidak bisa diinput.
“kita tunggu hasil rilnya, kalau ingin efektif bisa saja ada penambahan TPS dengan jumlah pemilih dibawah 300,” pungkasnya.(sm)
Salah Satu Pengurus MN KAHMI, Iin Inawati Hadir di Rakornas I di Jambi
Logistik untuk Pemungutan Suara Tiba di Kota Jambi, Ini Rinciannya
Arief Munandar Penuhi Panggilan Bawaslu Soal Kabidnya Maju Caleg, Begini Keterangannya
Pejabat Pemprov yang Lolos Jadi Caleg, KPU Provinsi Jambi: Saat Mendaftar Identitasnya Pensiunan
Bawahannya Belum Mundur jadi Caleg, Kadis Dinsosdukcapil Jadi Saksi di Bawaslu
Caleg Hanura Ketahuan Masih Jadi Pejabat Pemprov, Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi


Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang



