JAMBERITA.COM - Ketua Harian Dekranasda sekaligus Kadis Disperindag Provinsi Jambi Ariansyah batin dan tenun terancam punah.
Ini karena kurangnya regenerasi pengerajin batik dan tenun ini.
"Ya kita akui tidak ada Regenerasi pengerajin, belum ada pelatihan yang berdampak terhadap generasi muda, terkendala juga anggaran, pengrajin yang ada kini sudah tahu," ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, kemarin (21/11/2018).
Menyikapi hal tersebut kata Ariansyah, Ia akan menganggarkan alat teknologi canggih yang bisa membuat desain grafis di APBD-P 2019.
"Mudah dapat disetujui , dan anggaran alat tersebut senilai Rp. 180 juta rupiah," katanya.
Jumlah pengerajin dijambi tidak mengalami pekembangan. "Data pasti umumnya kita belum hitung , tapi kebanyakan ada di seberang kota Jambi tetapi juga ada di Kab Bungo sentra batik, di Merangin juga ada," jelasnya.
Kini batik Jambi yang menjadi projek di tingkat nasional adalah batik dengan warna pastyle. "Kalau untuk diluar lebih banyak diminati itu warna fastyle yang kalem dan pewarnaan alami," pungkasnya.(afm)
Soal Warga Nyogan Tertembak, Polisi Sebut Karena Duluan Menyerang
Tinggalkan Kursi Sekda Tanjabtim Jadi Asisten III Pemprov Jambi, Ini Komitmen Sudirman
Baznas Kota Jambi Salurkan Rp3,5 Miliar ke 3.220 Orang, Berikut Ini Jenis Bantuannya
Sekda Dianto Sebut Anggaran Flyover Difokuskan ke Ujung Jabung
Wagub Sani Lepas 442 JCH Kloter BTH 22 Jambi, Doakan Keselamatan - Keberkahan



