REMBANG - Dalam menjalani kehidupan tak lepas dari aturan, baik itu aturan dunia yang diatur oleh pemerintah, yang kita wajib mentaatinya, namun juga tidak lepas dari aturan agama untuk bekal di akhirat kelak. Dalam kehidupan, kita semua tak akan pernah lepas dari hubungan kita kepada Alloh (Tuhan Y.M.E) atau sang pencipta, karena itulah kenyataannya. Kita diciptakan olehnya dan kita juga akan kembali kepadanya. Dalam dunia yang fana dan hanya sementara ini, kita hidup seolah dikejar waktu.
Dalam kehidupan itu bukan siapa yang terbaik tetapi siapa yang bisa berbuat baik, seperti halnya yang dilakukan oleh dua anggota Satgas TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) (Praka Junaidi dan Prada Trias), karena ia berdua menginap di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, tempat dilaksanakannya TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang. Sehingga ia setiap malam menyempatkan diri untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi warga setempat.
Bila siang hari menjadi anggota Satgas TMMD yang bekerja mengerjakan sasaran fisik berupa bangunan, malam hari selesai sholat maghrib di Musholla, ia sempatkan untuk mengajar anak-anak warga Dukuh Ngotoko dalam hal membaca Al Qur’an. Jum’at (19/10/2018).
“Saya memang sudah biasa setelah sholat pasti saya lanjutkan dengan mengaji Al Qur’an, karena dengan membaca Al Qur’an insyaallah jiwa kita tenang dan hidup kita akan tentram”, kata Praka Junaidi.
“Seseorang dikatakan muslim ketika beriman dengan Al-Qur’an. Beriman kepada Al-Qur’an itu tidak cukup dengan meyakini kebenaran Al-Qur’an dan meyakininya sebagai petunjuk dan pedoman hidup, namun juga dituntut pengamalan terhadap Al-Qur’an dengan cara berinteraksi dengannya, baik dengan cara membacanya, memahaminya dan mengamalkannya. Dan inilah sebagian bukti keimanan kita terhadap Al-Qur’an”, tambahnya. (0720)
Dilaporkan oleh Nur Khamid, Kodim 0720/Rembang
Strategi Kolaborasi Kanwil Kemenkum Jambi dan PLN, Dorong Pemanfaatan KI sebagai Aset Produktif


