REMBANG – Dukuh Ngotoko, sebuah dusun terpencil di Kecamatan Bulu, yang menjadi sasaran program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler, menyimpan cerita memprihatinkan. Sebelum akses jalan ditata, ada seorang ibu melahirkan di tengah jalan, karena terjebak jalan rusak.
Namanya Suwati, warga Dukuh Ngotoko Desa Pasedan. Wanita berusia 34 tahun ini mempunyai cerita sedih menghadapi medan terjal di kampungnya. Tiga tahun lalu, saat akan melahirkan putranya, Rozikin, Suwati harus berjuang antara hidup dan mati. Pagi hari ketika merasakan perutnya mules, sang suami berinisiatif membawa Suwati pergi ke Puskesmas, untuk menjalani persalinan.
Tapi mobil yang mereka tumpangi terjebak lumpur di tengah jalan. Warga akhirnya berdatangan untuk membantu mendorong mobil tersebut. Guncangan akibat jalan terjal berbatu, belum sampai Puskesmas, Suwati sudah keburu melahirkan di tengah jalan, beruntung ia dan bayinya selamat.
Suwati menuturkan setelah akses jalan antara Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko sepanjang hampir 4 kilo meter diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Suwati berharap memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk ketika ada orang yang sakit atau ibu yang akan melahirkan supaya cepat mendapatkan penanganan medis.
“Waktu itu saya di dalam mobil hanya bisa berdo’a. Was – was terus rasanya, lha wong mobil didorong orang banyak kayak gitu. Belum sampai Puskesmas, bayi sudah mbrojol dulu. Alhamdulilah selamat, ini anak saya sudah besar, “ tutur Suwati.
Suwati juga menambahkan, alhamdulillah sekarang ada pembangunan di desaku terutama jalan, karena jalan merupakan sesuatu yang penting buat warga sini. (0720)
Dilaporkan oleh Nur Khamid, Kodim 0720/Rembang
Strategi Kolaborasi Kanwil Kemenkum Jambi dan PLN, Dorong Pemanfaatan KI sebagai Aset Produktif


