Peremajaan Sawit di Bahar Selatan, Fachrori: Upaya Tingkatkan Perekonomian Masyarakat



Selasa, 11 September 2018 - 06:20:23 WIB



Plt Gubernur mendampingi Menteri Pertanian saat replanting sawit di Bahar Selatan
Plt Gubernur mendampingi Menteri Pertanian saat replanting sawit di Bahar Selatan

JAMBERITA.COM- Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengemukakan, replanting (penanaman kembali/peremajaan) kelapa sawit merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya petani kelapa sawit.

Peremajaan kelapa sawit sangat penting mengingat Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan merupakan salah satu andalan bagi perkembangan perekonomian Provinsi Jambi, karena ada lebih kurang 660 ribu kepala keluarga petani yang bergelut pada sektor perkebunan.

Yakni engan luasan lebih lahan kurang lebih 1,68 juta hektare. Sub Sektor Perkebunan menyumbang 18,36% PDRB Provinsi Jambi. Hal tersebut diungkapkan Fachrori saat mendampingi  Menteri Pertanian RI dalam kunjungan kerja ke Desa Ujung Tanjung Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, Senin (10/09).

Di Bahar Selatan, Menteri Pertanian RI melakukan  peremajaan kelapa sawit, ditandai dengan penumbangan pohon kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi dan penanaman bibit kelapa sawit unggul, serta melakukan penanaman jagung di sela tanaman kelapa sawit.

Fachrori mengatakan bahwa perkebunan di Provinsi Jambi cukup potensial, dan merupakan aset dan modal dasar dalam pembangunan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Kabupaten Muaro Jambi.

Sub Sektor perkebunan, lanjut Fachrori, menyumbang PDRB sebesar 18,36% dari total PDRB Provinsi Jambi setiap tahunnya, sehingga Pemerintah Provinsi Jambi mengandalkan komoditi perkebunan  untuk mensejahterakan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

Selain itu, terang Fachrori, lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi seluas lebih kurang 791 ribu hektare, dengan jumlah petani sekitar 210 ribu kepala keluarga, terdiri dari perkebunan rakyat, perkebunan BUMN, dan perkebunan swasta.

“Kelapa sawit diperkenalkan di Provinsi Jambi sekitar tahun 1982 sampai 1983 melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR), sehingga banyak area kelapa sawit yang telah memasuki masa peremajaan. Tercatat ada lebih kurang 63 ribu hektare tanaman kelapa sawit yang harus diremajakan saat ini sampai beberapa tahun kedepan,” jelas Fachrori.

Fachrori menyampaikan, Provinsi Jambi ditargetkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan untuk melaksanakan peremajaan kelapa sawit tahun 2018 seluas lebih kurang 15 ribu hektare di 6 kabupaten yaitu Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Merangin, Bungo, dan Tebo.

“Peremajaan kelapa sawit menjadi persoalan yang penting dan menjadi perhatian kita bersama. Kita harus segera mewujudkan peremajaan kelapa sawit, karena akan berdampak negatif terhadap perekonomian di Provinsi Jambi khususnya bagi petani kelapa sawit jika tidak cepat diwujudkan,” ujar Fachrori.

Fachrori berharap agar Pemerintah Pusat kedepannya bisa memberikan lebih banyak kemudahan, sehingga peremajaan kelapa sawit dapat lebih cepat dilaksanakan, yang nantinya akan menjadi salah satu pendorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi.(*/sm)

 



Artikel Rekomendasi