JAMBERITA.COM - Kepala Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk (P3AP2) Provinsi Jambi Abdul Hanan angkat bicara terkait kasus inses dan penggorokan anak di Kabupaten Tebo baru baru ini.
"Kita akui sungguh memperhatikan apa yang terjadi baru baru ini, seperti yang kita ketahui di Kabupaten Batanghari dan di Kabupaten Tebo, namun kita (Pemprov) tidak cuma diam saja," ungkapnya saat dikonfirmasi Jamberita.com diruang kerjanya Jum'at (27/7/2018).
Dengan demikian, pihaknya terus melakukan penguatan kelembagaan khususnya terkait gender dan anak.
Sepertimelakukan peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak.
"Baik itu melalui komunikasi, informasi, edukasi tentang perlindungan anak, ataupun Bimtek pola asuh anak pembinaan dan pengembangan sosialisasi forum anak, Jambore anak," tambahnya.
"Dalam waktu dekat juga insya Allah akan dilakukan suatu pelatihan terhadap seluruh kabupaten kota terutama di Tebo yang cukup rawan, guna pencegahan dan berharap kasus yang seperti ini tidak terulang kembali," pungkasnya.(afm)
Dinas Peternakan Provinsi Jambi Segera Siapkan Tim Pemantauan Hewan Kurban Idul Adha 1439 H
Fakultas Hukum Unja Selenggarakan Pelatihan Kader Wawasan Kebangsaan
Soal Angka Kurang Gizi , Prabowo Bilang di Jambi Capai 30 Persen
Waduh... Kabid Kesejahteraan Anak Menghindar dari Awak Media, Bilang ke Staf Tak Ada di Kantor
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

