JAMBERITA.COM - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP RI) meminta agar penyelenggara pemilu untuk menjaga berbicara di depan publik. Termasuk memilih lagu saat diminta bernyanyi. Karena semua perilaku pejabat publik termasuk komisioner penyelengara selalu diamati masyarakat.
“Harus bisa menjaga cara berbicara. Karena sudah publik figur. Harus pintar memilih kata yang tidak sensitif, menyesuaikan dengan budaya lokal sehingga tidak ada yang tersakiti,” kata Alfitra Salam, Komisioner DKPP RI yang memimpin sidang dugaan pelanggaran kode etik terkait dengan video viral ganti presiden usai persidangan siang ini Jumat (27/7/2018).
Termasuk juga dalam memilih lagu. Karena bahasa di lagu juga berhaya jika tidak sesuai dengan koteks acara atau menyinggung orang lain. “Lebih hati-hati lah,” katanya.
Menurutnya, ini bukan pada persoalan sepele atau tidak. Karena penyelenggara dalam bekerja harus mengacu pada kode etik. Dimana juga harus menghormati budaya, kultur lokal dan sopan santun.(sm)
Pengadu Cabut Laporan, DKPP Tetap Lanjutkan Sidang Ganti Presiden di Acara Sosialisasi KPU Provinsi
Ada Mantan Napi Korupsi di Daftar Calegnya, Parpol Siap Ganti Tapi Tunggu Ini
Prabowo Subianto Hormati Komitmen SAH Bagi Dunia Pendidikan Jambi
Prabowo Subianto Hadir Ke Jambi, Sakirin Pohan Yakin Perubahan Akan Terjadi
Wow, jumlah Caleg Mantan Napi Korupsi Paling Banyak di Jambi, Ini Data Bawaslu RI


Perkuat Akses Keadilan Desa: Kemenkum Jambi Gandeng DPRD Dorong Dana Desa untuk Insentif Paralegal


