JAMBEITA.COM - Nama atlet Muhammad Zohri juara dunia lari 100 meter putra belakangan ini menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia.
Ini setelah meraih kemenangan sprinter U 20 di Tampere Finlandia. Rabu (11/7/2018) lalu.
Bahkan banyaknya isu-isu miring yang muncul dan tersebar luas di media sosial (Medsos) bahwa tidak adanya perhatian Pemerintah Indonesia terhadap Lalu Mohammad Zohri.
Kadiskepora Provinsi Jambi Wahyudin menangapi bahwa itu tidak benar dan menyatakan putra terbaik tersebut merupakan binaan dari Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di NTB.
"Itu dana nya darimana? Kalau bukan dari Pemerintah," tegas Wahyuddin saat ditemui Jamberita.com di ruang kerjanya, Senin (16/7/2018).
Wahyudin mengatakan, tentunya jika anak tersebut dari binaan PPLP artinya dari pemerintah yakni Kementerian Olahraga (Kemenpora) RI yang menfasilitasi melalui Dispora NTB.
"Dengan anggaran Dekon Kemenpora RI, kemudian atlet PPLP yang potensial diteruskan ke program PPON kalau dulu programnya, program prima yang menggunakan anggaran pemerintah (APBN) Kemenpora," tambahnya.
Artinya, yang heboh belakangan ini mengenai tidak adanya perhatian pemerintah terhadap Zohri itu tidak benar. Toh, jika memang ada pihak lain ingin memberikan apreasiasi atau berupa bantuan, ya silahkan saja.
"Jadi Zohri itu milik bangsa kita Indonesia dan patut untuk berbangga, karena sudah mampu membawa nama baik Indonesia di kanca internasional, dan harapan kita kedepan, akan ada muncul Zohri-Zohri yang lainnya," pungkasnya.(afm)
Apel Pagi Perdana Setelah Sandang Bintang Dua, Ini Program Yang Difokuskan Kapolda Jambi
Asian Games Jakarta- Palembang, Fachrori Pinta Jambi Harumkan Nama Bangsa Indonesia
Dihadiri Akbar Tanjung dan Sukandar, Maulana Lantik Syahlan jadi Ketua Kahmi Tebo
Liga Santri Nasional Dimenangkan Riyadhul Mutaqqin Asal Tanjabtim
Jambi Memasuki Transisi Kemarau, Agustus Hingga Oktober 2026 Diperkirakan Menjadi Risiko Tinggi

