Soal Penghargaan terhadap Korban Penyerangan di Polsek Marosebo, Begini Penjelasan Kapolri



Sabtu, 26 Mei 2018 - 06:32:59 WIB



Kapolri memberikan penghargaan kepada 2 korban penyerangan Polsek Muarojambi
Kapolri memberikan penghargaan kepada 2 korban penyerangan Polsek Muarojambi

JAMBERITA.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan dan pangkat luar biasa kepada 6 personil di jajaran Polres Muaro Jambi. Dimana 2 anggota diantaranya korban penyerangan di Polsek Marsebo.

"Kita juga sudah melaksanakan pemberian penghargaan kepada anggota yang menjadi korban pelaku kekerasan, dan juga anggota yang melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut," katanya kemarin kepada awak media di lapangan Mapolda Jambi, Jum'at (25/6/2018).

Tito mengaku, dirinya dengan sengaja datang dan memberikan pengahargaan dan kenaikan pangkat tersebut secara langsung. Karena kenapa, ini merupakan wujud kepedulian Pimpinan Polri terhadap anggota yang menjadi korban kejahatan dan memberikan penghargaan kepada mereka yang berani menghadapi kejahatan.

"Karena masyarakat bertumpu kepada kita, kalau polisi takut, terus gimana. Harus berani, untuk itulah tadi saya sampaikan, dari pengalaman kasus yang ada di Jambi Polsek Marosebo itu yang menjadi pertanyaan besar yang harus kita ajukan adalah kenapa bisa,?" katanya.

Kenapa pelaku ini bisa terekspos atau terkena ideologi teroris, itu pertanyaan besar yang harus dijawab, bisa melalui face to face kontak, atau sosial media internet dan lain-lain. "Ini menjadi PR kita bersama, dan tidak bisa dikerjakan apalagi oleh Polisi," terangnya.

Pelaku ini, awal dan sebelumnya tidak mengenal ideologi seperti ini dan tidak ada keinginan untuk menyerang petugas, namun setelah mengenal ideologi ini dia berani menyerang petugas.

"Ideologi ini tidak masuk tiba-tiba, satu malam baru mimpi langsung menyerang seperti kasus sabu paranoid tidak, dia masuknya lambat, bertahap dan seterusnya, nah ini tugas siapa? Agar tidak terkena paham radikal itu, sehingga proses ini bisa kita hentikan, jangan sampai dia menaik menjadi aksi kekerasan yang kita sebut terorisme," tegasnya.

Oleh karena itu Tito Karnavian, dari pengalaman tersebut sejauh ini maka perlu kerjasama semua pihak. Dia meminta mulai dari jajaran intelijen, Kapolda dan Komandan Korem (Dandrem) 042 Gapu untuk memetakan kira-kira dimana lagi sel-sel atau ideologi ini.

"Tadi saya minta bersama Pak Kapolda Pak Dandrem, duduk bersama memetakkan kira-kira dimana lagi sel-sel atau ideologi dimana berkembang," ungkapnya.

Bagi mereka yang  melakukan tindakan hukum maka akan dilakukan tindakan hukum, tangkap dan proses, yang sudah terkena paham radikal. Tapi terhadap masyarakat yang rentan terhadap ideologi ideologi ini, harus dilindungi. Tidak bisa melakukan pidana tapi dengan cara pendekatan.

"Mungkin tingkat pendidikan lebih diaktifkan lagi, para Babinsa , Babinkamtibmas, Kepala Desa, Kepala Sekolah datang memimpin upacara. Ideologi bisa dikalahkan dengan cara ideologi yang lain, dan kita punya ideologi Pancasila, ideologi demokrasi, nah ini harus kita kembangkan untuk menekan ideologi-ideologi teroris," pungkasnya.(afm)



Artikel Rekomendasi