Diduga Lakukan Kampanye Diluar Jadwal, Bawaslu Panggil Pengurus PSI



Jumat, 04 Mei 2018 - 19:56:34 WIB



Asnawi
Asnawi

JAMBERITA.COM-  Badan Pengawas Pemilhan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi kembali mencium dugaan pelanggaran kampanye pemilu 2019. Kali ini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diduga melakukan kampanye di media. Karena itu, lembaga pengawas pemilu ini memanggil partai yang baru pertama kali ditetapkan sebagai peserta pemilu ini.  

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan pemanggilan terhadap PSI ini karena adanya temuan atas dugaan pelanggaran kampanye. "Kemarin kami ada menemukan iklan yang muncul disalah satu media cetak dengan logo Partai PSI, yang memuat konten tentang Pak Jokowi," kata Asnawi saat dikonfirmasi, Jum'at (4/5/2018).

Ia mengatakan, dari iklan yang ditemukan itu dilihat merupakan kepentingan partai, dan tentunya itu dilarang karena belum masa kampanye.  "Atas adanya temuan dan pelanggaran ini, pihak DPW PSI Jambi juga sudah memenuhi panggilan tadi pagi," kata Asnawi.

Terpisah, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jambi Ade Andrianus mengatakan pihaknya sudah memenuhi panggilan Bawaslu jambi terkait klarifikasi dugaan iklan kampanye diluar jadwal. PSI mengatakan iklan yang dilakukan bukan merupakan iklan kampanye,

"Hari ini kami datang, tapi intinya kami bisa klarifikasi secara tuntas apa yang kami tayangkan iklan tanggal 23 April itu bukan bagian dari kampanye," ujar Sekretaris Ade andrianus, di kantor Bawaslu provinsi jambi, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya iklan yang dilakukan PSI merupakan bagian dari fungsi partai politik. Ia mengatakan iklan tersebut bertujuan untuk melakukan pendidikan politik dan ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam politik.

"Apa yang kami lakukan itu adalah bagian fungsi dan tugas partai politik, melakukan pendidikan politik, minta aspirasi dari masyarakat, mengajak masyarakat berpartisipasi politik," kata ade

Ia mengatakan dalam iklan tersebut PSI tidak menampilkan anggota partainya. Menurutnya iklan tersebut hanya menampilkan orang-orang yang berpotensi sebagai menteri dan calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo.

Satu pun nama-nama tak ada yang dari PSI sama sekali gak ada, adanya pak Erlangga dari Golkar, terus ada dari PKB dari PDIP, banyak lagi. Ini bukan materi untuk berkampanye ini adalah materi pendidikan politik ini bagian partisipasi masyarakat kita ingin masyarakat tidak membeli kucing di dalam karung. Jadi siapa cawapres siapa menteri, meskipun presiden nanti yang menentukan otoritas siapa yang membantu mereka," tuturnya.

Ade andrianus mengatakan iklannya tidak bertentangan dengan aturan kampanye. Terkait logo dalam iklan, ia mengatakan logo tersebut menjadi tanggung jawab PSI atas iklan poling yang ditampilkan.

"Didefinisi itu disebutkan bahwa bila kami menyampaikan visi misi, mengajak orang memilih PSI, dan menyampaikan citra diri, citra diri itu kira-kira apa yang kita pikirkan. Kami kira tidak bertentangan dengan ini," kata Ade

 "Kenapa kita pake logo PSI ini merupakan bagian dari pertanggung jawaban, ini merupaka poling untuk publik masa tidak memiliki pertanggung jawabaa ini poling kredibel," pungkasnya.(jrn/sm) 

 



Artikel Rekomendasi