JAMBERITA.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M. Dianto menegaskan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai kunci untuk mengatasi angka kemiskinan.
Dijelaskannya, Pemprov Jambi bekerjasama dengan semua pihak terkait menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di 2 (dua) tahun terakhir ini. Hal ini menunjukan bahwa program yang dilakukan oleh pemerintah sudah pada track yang benar.
"Jika tidak ada koordinasi yang baik antara biro atau bagian Kesramas provinsi dan bagian Kesra di kabupaten/kota, maka tidak akan ada sinergitas dalam program dan pelaksanaan di lapangan. Kita terus mempertahankan kondisi yang sudah baik sekarang, kita berharap kita pun berusaha terus menurunkan angka kematian ibu dan anak yang juga angkanya sudah baik di bawah angka rata-rata nasional," kata Dianto dalam Rakor Bidang Kesra dan Kemasyarakatan di Provinsi Jambi tahun 2018, di Hotel Oduo Weston, Selasa (2/4/2018).
Dianto mengatakan, pemerintah terus mengupayakan peningkatan lama pendidikan masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan SDM di Provinsi Jambi. Jika di angka statistik lama sekolah di Provinsi Jambi itu baru 8,07 artinya anak-anak usia sekolah itu cuma sekitar 8 tahun dan kalau 8 tahunan berarti baru sampai ke sekolah menengah pertama itupun seharusnya Sekolah Menengah Pertama 9 tahun.
"Itu berarti kan ada masih PR kita untuk meningkatkan lama pendidikan minimal, yang secara nasional sudah ditargetkan 12 tahun. Makanya, kita berharap dengan rekor ini dengan anggaran dari masing-masing, APBN, APBD Provinsi, Kabupaten/Kota dimana didukung undang-undang yang sudah keluar bahwa 20% dari APBD itu adalah untuk pendidikan, kita berharap kekurangan kita yang masih 4 tahun ini bisa terkejar dan mengupayakan dengan rekan-rekan kabupaten dan kota supaya sinergi bagaimana lama pendidikan kita ini paling tidak sama dengan lama pendidikan di tingkat nasional," terangnya.
Kunci untuk pengentasan kemiskinan adalah pendidikan diharapkan nanti dengan rakor ini ada solusi bagaimana mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, pendidikan tinggi dan keahlian untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi Masyarakat Eekonomi ASEAN (MEA).
"artinya dari negara tetangga kedepan bisa masuk menjadi tenaga kerja di tempat kita," jelasnya.
Pihaknya juga berupaya bagaimana anak-anak dengan skill dan kemampuan yang ada bisa juga bekerja di negara tetangga. Makanya, ada peningkatan kualitas SDM dibarengi dengan skill yang berkualitas. Bagaimana nanti anak-anak punya keahlian dan sertifikasi.
"Kita berharap anak-anak kita yang sudah lulus dari SMK, kalau masih kurang ilmu bisa dikerjasamakan dengan BLK yang ada di kota Jambi ini. Setelah dari mereka bisa mengikuti ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikat profesi, kalau anak-anak kita dari SMK sudah mendapatkan sertifikat profesi, mereka bisa memasuki pasar kerja," pungkasnya. (afm)
Wawako Jambi Diza di Puncak JACSEN 2026 UNJA, Tekankan Pentingnya Akuntansi bagi Keberlanjutan Usaha
Pewarta Foto ANTARA Biro Jambi Wahdi Septiawan Raih Penghargaan di APFI 2026
Sinergi Peningkatan Mutu: UBR Jambi Lakukan Benchmarking ke UNAMA
Ini Curhatan Mamang Bakso Tarsyid Setelah Dagangannya Dinyatakan Aman
Terbukti Tidak Mengandung Daging Babi, Polda Jambi Borong Bakso Pak Tarsyid


Perkuat Sinergi Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Mantapkan Kerja Sama dengan Pemkab Tanjab Barat

