Tak Lagi Dibakar, Lidi Pelepah Sawit Di Desa Sumber Agung ini Disulap jadi Piring Cantik



Rabu, 04 April 2018 - 11:28:20 WIB



Proses pembuatan piring dari lidi pelepah sawit -
Proses pembuatan piring dari lidi pelepah sawit - jamberita

JAMBERITA.COM - Tangannya begitu lincah menganyam satu demi satu lidi dari pelepah sawit. Tak beberapa lama sebuah piring cantik sudah terbentuk.

Inilah salah satu yang mengisi hari hari Susmita (32), salah satu ibu rumah tangga di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Desa Sumber Agung sendiri menjadi salah satu desa yang dipilih untuk program pencegahan kebakaran berbasis desa dalam program Desa Mandiri Cegah Api.

Sejak empat tahun lalu, Susmita bersama puluhan ibu-ibu dari Desa Sumber Agung menekuni kerajinan ini. Ini berawal dari adanya salah satu ibu PKK yang mengikuti pelatihan di kecamatan. "Setelah itu kami diajarkan lagi dan sampai sekarang," katanya sambil tersenyum.

Mengenai bahan baku yang digunakan, Susmita mengatakan jika lidi yang digunakan bukan rotan. "Disini tidak ada rotan. Ini lidi dari pelepah sawit," katanya.

Sebelumnya, pelepah sawit ini hanya menjadi sampah dan dibakar. Namun saat ini lidinya diambil dibersihkan dan menjadi bahan baku untuk membuat piring. Piring ini biasanya dipakai untuk acara pernikahan dan lainnya.

Tapi biasanya untuk bahan baku ada yang mengerjakan sendiri. Bagian pembuat piring membeli dari warga yang memang khusus bertugas meraut lidi hingga siap dipakai. "Karena kalau kami semua tidak terkejar," katanya.

Adapun bahan baku satu puring 98 lidi per piring. Untuk 100 lidi ini harga bahan bakunya Rp 2500. Lalu setelah jadi piring dijual Rp 8000. "Biasanya jika ada pesanan khusus bisalah buat 200 piring per bulan dari satu kelompok. Kalau pesanan ramai bisa lebih," kata Susmita.

Sementara itu Jumilah, Bendahara PKK Desa Sumber Agung yang pertama kali mengikuti pelatihan ini senang karena ibu-ibu disini bisa membuat piring untuk mengisi waktunya," katanya.

Mengenai penghasilan, Jumilah mengatakan tergantung berapa jumlah piring yang bisa dibuat. Kalau bahan baku ada, maka bisa banyak produksinya. "Karena butuh waktu meraut hingga lidinya menjadi putih," katanya.

Tapi rata-rata sebulan minimal bisa mendapatkan Rp200 ribu per bulan.(sm)



Artikel Rekomendasi