JAMBERITA.COM - Ada pemandangan menarik saat perwakilan Universitas Jambi (UNJA) diumumkan sebagai Pendatang Baru Terbaik SATRIADATA 2026. Di tengah suasana kebanggaan atas pencapaian tersebut, para mahasiswa UNJA tampil dengan identitas yang begitu kental dengan budaya Melayu Jambi.
Mengenakan almamater khas berwarna oranye, para mahasiswa laki-laki tampil menggunakan lacak Jambi, sementara mahasiswi mengenakan kuluk Jambi. Perpaduan busana akademik dan atribut tradisional itu menghadirkan kesan tersendiri dalam momen pengumuman prestasi tersebut.
Bukan sekadar penampilan seremonial, pilihan mengenakan atribut budaya lokal ini menjadi pesan bahwa prestasi akademik dan identitas daerah dapat berjalan beriringan.
Di tengah kompetisi tingkat nasional, mahasiswa UNJA tidak hanya membawa nama almamater, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Jambi melalui simbol-simbol tradisional yang mereka kenakan.
Lacak dan kuluk Jambi menjadi representasi warisan budaya yang tetap relevan di tengah generasi muda. Kehadirannya di panggung nasional sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk ikut merawat, mengenalkan, dan membanggakan identitas daerah.
Prestasi boleh membawa nama universitas ke tingkat nasional, tetapi budaya menjadi identitas yang membuatnya tetap memiliki akar.
Melalui momen SATRIADATA 2026 ini, UNJA memperlihatkan bahwa membawa nama Jambi tidak selalu harus melalui kata-kata. Terkadang, sebuah penampilan sederhana mampu menyampaikan pesan besar: bahwa budaya daerah layak berdiri sejajar di panggung nasional.(afm)
Sumber : www.unja.ac.id
Bukan Sakedar Prestasi, Mahasiswa UNJA Bawa Identitas Budaya Jambi ke Panggung Nasional
450 Mahasiswa di Jambi Ikuti Kuliah Umum Hulu Migas, Gita Wirjawan Kupas Tantangan Energi dan AI
Tak Berhenti di Wisuda, UBR Jambi Benahi Mutu Pendidikan Lewat RTM
UNJA Dorong Pengembangan Hutan untuk Bioekonomi Berkelanjutan
450 Mahasiswa di Jambi Ikuti Kuliah Umum Hulu Migas, Gita Wirjawan Kupas Tantangan Energi dan AI


