UNJA Teguhkan Komitmen Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif



Minggu, 01 November 2026 - 05:26:32 WIB



Foto : Workshop Pencegahan Penanganan Kekerasan.
Foto : Workshop Pencegahan Penanganan Kekerasan.

JAMBERITA.COM -   Satuan Tugas (SATGAS) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Workshop Pencegahan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi Serta Penguatan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) Tahun 2026, di Aula Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC, UNJA Mendalo, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Ketua Satgas PPKPT sekaligus Koordinator Pusat Studi Gender LPPM UNJA, Prof. Dr. Dra. Heriberta, M.E., serta dosen, tamu undangan dan mahasiswa.

Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si., selaku Ketua Umum Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia, serta perwakilan dari DPMPPA Kota Jambi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Batanghari, Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas Adiwangsa Jambi, Universitas Dinamika Bangsa, Universitas Nurdin Hamzah, STIKES Garuda Putih, Politeknik Jambi, dan STITEKNAS Jambi.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Satgas PPKPT UNJA atas penyelenggaraan workshop tersebut. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman kepada setiap orang tanpa membenarkan kekerasan atas dasar tradisi, senioritas, jabatan, prestasi, maupun hubungan personal.

“Tidak boleh ada pembiaran ketika seseorang mengalami kekerasan atau diskriminasi. Satu saja kasus terjadi, itu sudah menjadi persoalan serius yang harus kita tangani dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan workshop ini untuk memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan kampus. UNJA memiliki Satgas PPKPT dan layanan bantuan bagi mahasiswa yang dapat menjadi tempat untuk mencari pertolongan.

Ketua Satgas PPKPT sekaligus Koordinator Pusat Studi Gender LPPM UNJA, Prof. Dr. Heriberta, M.E., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga ruang untuk membangun karakter serta menjunjung tinggi martabat manusia.

“Segala bentuk kekerasan, diskriminasi, perundungan, pelecehan, dan tindakan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh mendapatkan tempat di lingkungan UNJA,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong langkah nyata berupa penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas Satgas, serta penyediaan mekanisme pelaporan dan penanganan yang responsif terhadap korban.

Melalui workshop ini, UNJA menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan diharapkan menjadi bagian dari budaya kampus agar seluruh warga universitas dapat belajar, bekerja, dan berpartisipasi secara aman, nyaman, serta bermartabat.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi