Edi Targetkan Kolam Retensi Jambi Rampung November, Dorong Jadi Model Pengendalian Banjir Nasional



Minggu, 01 November 2026 - 10:11:12 WIB



Foto : Anggota DPR RI Edi Purwanto (Tengah), BWSS VI (Kiri), Walikota Maulana (Kanan) Saat Peninjauan ke Lokasi.
Foto : Anggota DPR RI Edi Purwanto (Tengah), BWSS VI (Kiri), Walikota Maulana (Kanan) Saat Peninjauan ke Lokasi.

JAMBERITA.COM - Pembangunan Kolam Retensi Kota Jambi ditargetkan rampung 100 persen pada akhir November 2026. Proyek pengendalian banjir yang ditinjau anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, tersebut diharapkan menjadi bagian dari sistem penanganan banjir terpadu sekaligus dikembangkan sebagai kawasan ekonomi baru.

Target penyelesaian itu disampaikan Edi Purwanto saat melakukan peninjauan pembangunan Kolam Retensi Kota Jambi dalam rangka reses DPR RI, Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wali Kota Jambi Maulana dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, Ferdinanto.

Edi menyampaikan optimismenya terhadap progres pembangunan yang sedang berjalan. Ia berharap pekerjaan fisik dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

"Saya bersama Pak Wali Kota bahagia melihat progres dari kolam retensi ini. Mungkin ada sebagian masyarakat yang pada saat awal pengerjaan pesimis. Alhamdulillah, kita optimistis. Insya Allah tercapai," ujar Edi.

Menurut Edi, pembangunan kolam retensi tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian konstruksi. Pemerintah juga perlu menyiapkan konsep pengelolaan kawasan agar infrastruktur tersebut memberikan manfaat lebih luas.

Ia mendorong kawasan kolam retensi dikembangkan menjadi ruang publik yang memiliki nilai ekonomi, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kolam retensi ini tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga nanti akan muncul nilai ekonomisnya, seperti pengembangan UMKM. Estetikanya juga nanti semoga dibuat lebih menarik sehingga menampilkan wajah Kota Jambi yang lebih indah," katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Edi juga menyoroti rencana Pemerintah Kota Jambi menyiapkan lahan cadangan untuk memperluas sistem pengendalian banjir.

Salah satu lokasi yang disiapkan berada di kawasan Perumahan Kembar Lestari dengan luas sekitar dua hektare. Edi meminta agar lahan tersebut segera dikaji melalui Feasibility Study (FS) oleh BWS Sumatera VI.

Kajian tersebut dinilai penting untuk memastikan kelayakan teknis dan kesiapan perencanaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir berikutnya.

Edi menegaskan, penanganan banjir di Kota Jambi harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur di satu lokasi.

"Kita ingin cita-cita menciptakan Jambi Flood Control ini benar-benar terwujud. Jadi, penanganan banjir tidak boleh hanya dilakukan di satu titik, tetapi harus direncanakan secara menyeluruh dan terintegrasi," tegasnya.

Lebih lanjut, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi tersebut mengungkapkan bahwa persoalan banjir perkotaan juga dialami sejumlah daerah lain di Indonesia.

Karena itu, ia mengaku telah menyampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar pemerintah pusat menyiapkan grand design nasional untuk penanganan banjir di kawasan perkotaan.

"Saya sudah sampaikan kepada Menteri PU bahwa di kota-kota Indonesia, hujan dua sampai tiga jam saja sudah banjir. Sehingga kita harus punya grand design nasional untuk penanganan banjir, khususnya untuk kota-kota Indonesia," ungkapnya.

Edi berharap pembangunan Kolam Retensi Kota Jambi dapat menjadi salah satu contoh penanganan banjir perkotaan yang bisa diterapkan di daerah lain.

Ia menyebut, apabila keberadaan kolam retensi tersebut nantinya mampu mengurangi banjir hingga 60–80 persen, proyek ini berpotensi menjadi percontohan atau pilot project pengendalian banjir nasional.

"Kalau ini berhasil mengurangi 60–80 persen banjir di Kota Jambi, tentu ini akan menjadi percontohan, pilot project pengendalian banjir nasional," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi