UNJA Raih Prestasi Gemilang di Abdidaya Ormawa 2026



Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:03:51 WIB



Foto: Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026.
Foto: Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) meraih empat penghargaan pada Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sabtu (24/10/2026). Prestasi tersebut diraih setelah tiga tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UNJA lolos sebagai peserta ajang tingkat nasional tersebut.

Empat penghargaan yang dibawa pulang UNJA meliputi Terbaik 4 kategori Perguruan Tinggi Paling Aktif; Terbaik 1 kategori Tim Pelaksana dengan Video Paling Kreatif; Terbaik 2 kategori Tim Pelaksana dengan Video Paling Inovatif; serta Terbaik 2 kategori Tim dengan Dampak dan Kontinuitas Program Paling Kuat yang diraih Lembaga Dakwah (LD) Ath-Thobib Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan mahasiswa UNJA dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan warga dan keberlanjutan kegiatan di wilayah mitra.

Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 diselenggarakan pada 21–25 Oktober 2026 dan diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi. Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ini menjadi wadah apresiasi bagi program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan organisasi kemahasiswaan bersama mitra desa dan kelurahan.

Tiga tim UNJA yang mengikuti Abdidaya Ormawa 2026 berasal dari organisasi kemahasiswaan dengan fokus program berbeda. Ketiganya adalah IMATIKA FKIP melalui LENTERA TANTAN, BEM UNJA melalui Pudak Resilient Village, serta LD Ath-Thobib FKIK melalui OPTIMALISASI MASLAHAT.

Tim IMATIKA FKIP menjalankan program LENTERA TANTAN di Desa Tantan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini berfokus pada pengembangan empat Pojok Literasi Integratif yang mencakup literasi digital, numerasi, finansial, dan lingkungan.

Selain kegiatan pembelajaran dan pelatihan keterampilan, tim memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Tim juga membentuk kader Pionir Tantan untuk membantu menjaga keberlanjutan program setelah rangkaian kegiatan mahasiswa berakhir.

Berdasarkan laporan akhir tim, program tersebut menghasilkan sejumlah produk berbasis potensi setempat, di antaranya briket dari pelepah sawit, kerajinan lidi, dan produk olahan pangan. Kegiatan ini mengintegrasikan peningkatan literasi dengan penguatan keterampilan produktif masyarakat.

Sementara itu, BEM UNJA mengembangkan program Pudak Resilient Village di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Program ini memadukan pengelolaan ekosistem gambut, mitigasi banjir, dan pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaannya meliputi pemasangan alat pemantau tinggi muka air berupa piezometer dan staff gauge, pengenalan pengolahan sekam padi menjadi biochar, serta edukasi kesehatan dan kesiapsiagaan pascabanjir.

Tim juga membentuk kelompok penggerak masyarakat untuk mendukung pemantauan lingkungan, pemanfaatan sumber daya lokal, dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Rangkaian kegiatan tersebut didokumentasikan dalam laporan akhir PPK Ormawa BEM UNJA.

Adapun LD Ath-Thobib FKIK menjalankan program OPTIMALISASI MASLAHAT di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi. Program ini mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pencegahan stunting, penguatan sanitasi, pengelolaan sampah organik, dan pembinaan kader masyarakat berbasis masjid.

Dalam laporan akhir tim, cakupan kegiatan disebut meningkat dari enam menjadi 12 RT, sedangkan jumlah kader remaja bertambah dari 12 menjadi 24 orang. Pemantauan terhadap 110 rumah juga mencatat peningkatan angka bebas jentik dari 78 persen menjadi 98 persen.

Selain itu, pelayanan kesehatan melalui kegiatan CEKASIH dilaporkan menjangkau 401 peserta. Seluruh angka tersebut merupakan capaian yang dicatat oleh tim pelaksana dalam laporan akhir program.

Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, tim memperkuat kader masyarakat, membangun komitmen lintas sektor, dan membentuk kelompok budidaya maggot. Upaya tersebut sejalan dengan fokus program dalam memperkuat kesehatan lingkungan dan partisipasi masyarakat.

Atas pelaksanaan program tersebut, LD Ath-Thobib FKIK UNJA memperoleh penghargaan Terbaik 2 kategori Tim dengan Dampak dan Kontinuitas Program Paling Kuat.

Berdasarkan laporan akhir PPK Ormawa tingkat perguruan tinggi, UNJA mendampingi lima tim penerima pendanaan pada 2026. Selain IMATIKA FKIP, BEM UNJA, dan LD Ath-Thobib FKIK, terdapat UKM Robotika dan Otomasi melalui program Mina Maju Nian serta OK Guru Inspiratif melalui program PINTAR.

Dari lima tim tersebut, tiga tim berhasil melaju sebagai peserta Abdidaya Ormawa 2026. Kontingen UNJA kemudian memperoleh empat penghargaan dalam ajang tersebut.

Dukungan universitas dilakukan melalui sosialisasi, pembekalan, pendampingan atau coaching, pemantauan dan evaluasi, pengendalian mutu pelaksanaan, serta penguatan luaran dan keberlanjutan program.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya universitas memastikan program mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetisi, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui LENTERA TANTAN di Desa Tantan, Pudak Resilient Village di Desa Pudak, dan OPTIMALISASI MASLAHAT di Kelurahan Tahtul Yaman, mahasiswa UNJA mengembangkan pendekatan pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Empat penghargaan pada Abdidaya Ormawa 2026 sekaligus menjadi apresiasi atas kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, organisasi kemahasiswaan, pemerintah setempat, dan masyarakat mitra dalam menjalankan program pemberdayaan.

Ke depan, keberlanjutan program dan penguatan peran kader masyarakat menjadi aspek penting agar berbagai inisiatif tersebut tetap berjalan dan memberikan dampak setelah kegiatan PPK Ormawa selesai.(Silvi)

Selengkapnya:www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi