JAMBERITA.COM - Langkah Universitas Jambi (UNJA) menuju panggung akademik internasional bukan sekadar tentang menjalin kerja sama antarkampus. Lebih dari itu, ada harapan agar mahasiswa dan dosen memiliki kesempatan belajar, meneliti, serta bertukar gagasan dengan komunitas akademik dunia.
Semangat itulah yang dibawa Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., saat melakukan kunjungan akademik ke University of Ljubljana, Slovenia, pada 25–31 Oktober 2026.
Di tengah pertemuan dengan pimpinan universitas ternama di Eropa tersebut, satu hal menjadi perhatian penting: bagaimana kemitraan internasional dapat menghadirkan manfaat nyata bagi sivitas akademika UNJA, mulai dari mahasiswa doktoral hingga pengembangan program studi baru.
Kunjungan ini sekaligus melanjutkan hubungan kerja sama yang telah terjalin sejak 2023. Didukung program Erasmus+ Staff and Student Mobility, rombongan UNJA berupaya membuka lebih banyak pintu kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan penguatan kelembagaan.
Salah satu kisah nyata dari kerja sama tersebut hadir melalui pengalaman dua mahasiswa doktoral Fakultas Pertanian UNJA, Yernisa, S.TP., M.Si. dan Silvi Leila Rahmi, S.TP., M.Sc.
Keduanya mendapat kesempatan mengikuti kegiatan akademik selama 30 hari di Ljubljana melalui kolaborasi Fakultas Pertanian UNJA dengan Biotechnical Faculty, University of Ljubljana.
Kesempatan itu dibiayai penuh oleh University of Ljubljana dan Erasmus+. Bagi mahasiswa, program semacam ini bukan hanya menjadi pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga peluang memperluas wawasan, membangun jejaring penelitian, dan mengenal lingkungan akademik internasional secara langsung.
Di sinilah arti penting kerja sama antaruniversitas: kesepakatan tidak berhenti di atas kertas, tetapi membuka jalan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang dapat memperkaya perjalanan akademik mereka.
Kolaborasi tersebut juga direncanakan berlanjut. Prof. Lea Da Silva dari Biotechnical Faculty dijadwalkan berkunjung ke UNJA pada Agustus 2027 untuk memperkuat penelitian dan kegiatan akademik bersama.
Di bawah kepemimpinan Prof. Helmi, penjajakan kerja sama UNJA di Slovenia juga menjangkau bidang lain yang berpotensi memberikan dampak jangka panjang.
Pada bidang administrasi publik, UNJA memperkuat komunikasi dengan Faculty of Public Administration, University of Ljubljana. Fokusnya meliputi transformasi digital pemerintahan, digital governance, dan inovasi sektor publik.
Kemitraan ini diarahkan pada pengajuan program Erasmus+ KA171 dan Inter-Institutional Agreement (IIA) pada November 2026. Jika terealisasi, kerja sama tersebut dapat menjadi landasan bagi mobilitas dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, serta kuliah tamu.
Peluang pengembangan akademik juga terbuka bagi Rio Yusri Maulana, Ph.D., Ketua Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum UNJA, yang diundang sebagai visiting professor.
Faculty of Public Administration juga diundang menjadi mitra penyelenggara 2nd International Conference on Social and Political Sciences (ICSP), yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei 2027.
Sementara itu, penjajakan dengan Faculty of Medicine, University of Ljubljana, diarahkan pada rencana pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi di UNJA dan penguatan tata kelola rumah sakit pendidikan.
Rektor dan delegasi berkesempatan bertemu dengan jajaran dekanat serta mengunjungi laboratorium praktik Kedokteran Gigi dan rumah sakit universitas. Dari kunjungan tersebut, UNJA menjajaki peluang mempelajari pengembangan kurikulum, tata kelola akademik, pendidikan klinis, hingga integrasi pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Langkah ini penting karena pengembangan program studi kesehatan tidak hanya membutuhkan kurikulum yang kuat, tetapi juga sistem pendidikan klinis dan tata kelola rumah sakit pendidikan yang memadai.
Penjajakan dengan Faculty of Law, University of Ljubljana, turut membuka peluang kolaborasi di bidang hukum komparatif, hukum Eropa, tata kelola hukum dan peradilan, serta hukum lingkungan.
Bentuk kerja sama yang dibahas mencakup penelitian bersama, seminar akademik, kuliah tamu, publikasi kolaboratif, dan pertukaran pengetahuan bagi dosen maupun mahasiswa.
Di bidang pertanian dan lingkungan, kemitraan berpotensi diperluas pada isu keberlanjutan lingkungan, agroindustri, tata kelola sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan.
Beragam bidang tersebut sejalan dengan arah pengembangan UNJA yang berorientasi pada kewirausahaan, agroindustri, dan lingkungan.
Dalam kunjungan itu, Prof. Helmi didampingi Dekan Fakultas Pertanian Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU; Rio Yusri Maulana, Ph.D.; serta dua mahasiswa doktoral Fakultas Pertanian, Yernisa dan Silvi Leila Rahmi.
Rombongan diterima langsung oleh Rektor University of Ljubljana, Prof. Dr. Gregor Majdi?. Dalam pertemuan tersebut, pimpinan kedua universitas membahas keberlanjutan kemitraan, termasuk peluang memperluas kolaborasi dengan fakultas-fakultas lain yang relevan.
Bagi UNJA, kunjungan akademik ke Slovenia menjadi bagian dari upaya membangun universitas yang semakin terhubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan global.
Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang telah dibuka dapat diwujudkan menjadi program konkret: semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman internasional, semakin luas kesempatan dosen melakukan penelitian bersama, dan semakin kuat kapasitas institusi dalam mengembangkan pendidikan berkualitas.
Dari mobilitas mahasiswa doktoral hingga penjajakan program Kedokteran Gigi, rangkaian kerja sama ini memperlihatkan bahwa internasionalisasi kampus dapat menyentuh banyak aspek kehidupan akademik.
Pada akhirnya, keberhasilan kemitraan internasional tidak hanya diukur dari jumlah pertemuan atau dokumen kerja sama yang dihasilkan. Ukuran yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan mahasiswa, dosen, institusi, dan masyarakat.
Melalui kunjungan ke University of Ljubljana, Prof. Helmi membawa misi agar Universitas Jambi semakin terbuka terhadap pengalaman dan pengetahuan dunia, sekaligus memperkuat kapasitasnya untuk tumbuh sebagai universitas berkelas dunia.
Sebab, ketika pintu kampus dunia terbuka, yang diharapkan melangkah maju bukan hanya nama universitas, melainkan juga generasi akademisi yang kelak membawa ilmu dan pengalaman tersebut kembali untuk membangun Indonesia.(afm)
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Dari Jambi ke Slovenia, Rektor UNJA Buka Jalan Mahasiswa Menembus Panggung Akademik Dunia
Kuliah Umum Fisioterapi Go International, UBR Jambi Dorong Mahasiswa Berdaya Saing Global
Kejari Tahan Tiga Tersangka Kasus Pembobolan Bank Jambi, Kerugian Rp143,3 M.


