JAMBERITA.COM – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi menyampaikan keprihatinan atas dugaan kejadian kekerasan terhadap seorang santri di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Muaro Jambi.
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Kantor Kemenag Muaro Jambi H. Buhri Y menegaskan komitmennya untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan keagamaan dalam hal ini pondok pesantren berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak dan menyenangkan bagi para santri.
"Terkait hal ini, sebagai langkah awal, Kemenag Muaro Jambi melakukan komunikasi dan konfirmasi kepada pihak pondok pesantren yang dimaksud guna memperoleh informasi lebih mendalam serta klarifikasi terkait dugaan kejadian tersebut," katanya.
Kemenag Muaro Jambi akan menunggu hasil penanganan dari pihak kepolisian apabila laporan terkait kejadian tersebut telah disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, Kemenag Muaro Jambi turut mendoakan agar santri yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muaro Jambi mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak, tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
Kemenag Muaro Jambi menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan santri merupakan hal penting yang harus menjadi perhatian bersama dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.(*)
Mahasiswa Kembali Geruduk Kantor Gubernur Jambi, Tuntut Transparansi Rp30 M & Penanganan Karhutla
Kemenkum Jambi Lantik Empat Pejabat Fungsional, Jonson Siagian Tekankan Profesionalisme
Korem 042/Gapu Dukung Pelestarian Nilai-Nilai Perjuangan Melalui Pelatihan JSN 45
Makin Hemat, Honda BeAT Tawarkan Hemat Angsuran hingga Rp2,2 Jutaan dan Diskon Angsuran Rp64 Ribu pe
RSUD Raden Mattaher Jambi Catat 55 Pasien Bronkopneumonia, Komorbid Jadi Faktor Pemberat
Kemenag Muaro Jambi Respons Dugaan Kekerasan Terhadap Santri
