JAMBERITA.COM - Sorak kemenangan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas, menjadi penutup satu fase panjang perjalanan mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), KMI Expo XVII, dan Kompetisi Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026.
Pada penghujung rangkaian kompetisi tersebut, UNJA membawa pulang lima penghargaan. Masing-masing yakni Juara II Kirab Budaya, Juara II KMI Award kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal melalui AREVITA, Juara Harapan II Karya Tulis Ilmiah KBMK melalui HILI-TECH, Juara Harapan II Stand Up Comedy melalui Riskal Rinaldi, serta Juara Harapan III KMI Award kategori Budidaya Tahap Awal melalui TerraGrow.
Namun, capaian tersebut tidak hanya lahir dari momentum malam penganugerahan. Di balik lima penghargaan yang diraih, terdapat proses pembinaan yang berlangsung sejak tahap awal, mulai dari penjaringan gagasan, seleksi proposal, pendampingan dosen, kerja Satgas, coaching clinic, hingga monitoring perkembangan usaha.
Proses tersebut juga diperkuat melalui persiapan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP), dukungan operasional universitas, serta penguatan mental mahasiswa untuk menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
Arah pembinaan prestasi ini telah dibangun sejak Kick-Off Program Kemahasiswaan UNJA 2026. Dalam forum tersebut, Rektor UNJA, Helmi, menegaskan pentingnya membangun ekosistem prestasi yang didukung regulasi, pembinaan, dan penghargaan.
“Lima penghargaan ini tentu patut kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah sistem pembinaan yang melahirkannya. Kita ingin membangun tradisi, mahasiswa dijaring, dibina, didampingi, diberi ruang, lalu diuji di tingkat nasional. Kalau sistemnya kuat, prestasi akan lebih mudah diulang,” ujar Rektor.
Dalam kerangka tersebut, P2MW tidak hanya menjadi program pendanaan, tetapi juga jalur strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan daya saing mahasiswa hingga menuju KMI Expo. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyempurnaan model bisnis, penguatan produk, validasi pasar, latihan presentasi, hingga persiapan menghadapi kompetisi.
Pada 2026, sebanyak 179 proposal P2MW mengikuti seleksi internal UNJA. Sebanyak 14 proposal lolos seleksi internal, kemudian enam tim memperoleh pendanaan pada tingkat nasional. Dari enam tim tersebut, lima berhasil melaju sebagai peserta KMI Expo XVII 2026, yakni TerraGrow, AREVITA, Sumber AI, ECOTIC, dan ECOPIL.
Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan UNJA tidak berhenti pada tahap seleksi dan pendanaan, tetapi terus mengawal perkembangan tim hingga mampu berkompetisi di tingkat nasional.
“Kami tidak ingin mahasiswa berhenti pada proposal yang lolos. Bagi kami, proposal hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana usaha mereka bertumbuh, berani diuji, dan pembinaan kampus benar-benar terasa hingga tingkat nasional,” katanya.
Pembinaan dilakukan melalui sosialisasi, seleksi internal, bedah proposal, coaching clinic, pendampingan PKP, simulasi presentasi, hingga evaluasi sebelum kompetisi. Dalam proses ini, Satgas berperan menghubungkan kebijakan universitas, dosen pembimbing, dan kebutuhan mahasiswa.
Dosen pembimbing menjadi pendamping utama mahasiswa dalam menyempurnakan proposal, model bisnis, produk, hingga kesiapan presentasi. AREVITA dibimbing Dr. apt. Uce Lestari, TerraGrow oleh Dr. Ade Perdana Siregar, S.E., M.M., Sumber AI oleh Istiqomah Malinda, S.B., S.E., M.M., ECOPIL oleh Dr. Yayuk Sriayudha, S.P., M.M., dan ECOTIC oleh Dr. Novita Sari, S.E., M.M.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan gagasan mahasiswa tidak berhenti sebagai proposal, tetapi berkembang menjadi karya dan usaha yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Tim kerja tersebut mengoordinasikan berbagai kebutuhan, mulai dari jadwal, dokumen, komunikasi, logistik, hingga sinkronisasi antarunit agar proses pembinaan berjalan lancar.
“Prestasi mahasiswa tidak lahir dari satu meja atau satu rapat. Ia lahir dari proses yang dijaga bersama: mahasiswa bekerja, dosen membimbing, Satgas mengawal mutu, dan tim kemahasiswaan memastikan semua kebutuhan bergerak tepat waktu. Di situlah ekosistem bekerja,” kata M. Farhan.
Dukungan UNJA terhadap P2MW juga tidak hanya berupa pendanaan, tetapi mencakup fasilitas, transportasi, logistik, pendampingan, publikasi, hingga fasilitasi kompetisi. Universitas turut memberikan dana pendamping sebesar Rp2 juta untuk mendukung keberlanjutan program.
Model dukungan tersebut membuat pembinaan tidak berhenti pada sekadar mengikuti kompetisi. Mahasiswa didampingi mulai dari sosialisasi, seleksi proposal, pendanaan, coaching dan PKP, hingga kompetisi, evaluasi, dan rekognisi.
Pada akhirnya, mahasiswa menjadi bagian utama dari proses tersebut. Mereka menyusun proposal, mengembangkan usaha, menerima masukan, memperbaiki produk, hingga mempresentasikan hasil di hadapan juri nasional.
AREVITA dan TerraGrow menjadi contoh perkembangan usaha melalui pembinaan, sementara HILI-TECH menunjukkan penguatan jalur KBMK. Kirab Budaya dan Stand Up Comedy juga memperlihatkan bahwa kreativitas dan kemampuan komunikasi menjadi bagian dari ekosistem prestasi mahasiswa.
Lima penghargaan KMI Expo dan KBMK 2026 pun tidak sekadar menjadi catatan kemenangan. Di baliknya terdapat proses panjang berupa pendampingan dosen, kerja tim kemahasiswaan, dukungan anggaran, coaching, monitoring, hingga evaluasi. Prestasi tersebut menjadi hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dan ketika proses itu mulai menghasilkan pola 2024 menjadi fondasi kuat, 2025 memperluas capaian, dan 2026 menunjukkan penguatan ekosistem cerita UNJA pun bergerak ke level yang lebih besar. Bukan lagi sekadar tentang siapa yang menang. Melainkan tentang bagaimana sebuah universitas membangun sistem yang memungkinkan mahasiswa tumbuh, diuji, berkompetisi, dan kembali membawa pulang pengalaman serta prestasi. Sebab, pada akhirnya, lima penghargaan itu bukan hanya tentang lima nama yang diumumkan di atas panggung. Ia adalah tentang sebuah ekosistem yang bekerja dari jauh sebelum sorak kemenangan terdengar.( Silvi )
selengkapnya : www.unja.ac.id
Mahasiswa Merah Serukan Aksi di Kantor Gubernur Jambi, Soroti Kinerja DPRD
Mahasiswa Merah Serukan Aksi di Kantor Gubernur Jambi, Soroti Kinerja DPRD

