Kemarin, Gubernur Al Haris Turun ke Lokasi Karhutla 28 HA di Puding Muaro Jambi



Rabu, 02 September 2026 - 15:50:38 WIB



Foto : Gubernur Al Haris, Danrem 042/Gapu beserta Petugas Pemadam saat di Lokasi Karhutla, Senin (1/9/2026).
Foto : Gubernur Al Haris, Danrem 042/Gapu beserta Petugas Pemadam saat di Lokasi Karhutla, Senin (1/9/2026).

JAMBERITA.COM - Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (1/9/2026). Aksi ini dilakukan untuk membantu tim gabungan memadamkan kobaran api yang membakar lahan seluas kurang lebih 28 hektare.

Usai proses pemadaman, Al Haris memastikan bahwa kobaran api utama berhasil dikendalikan. Kendati demikian, tim di lapangan masih terus melakukan proses pendinginan lantaran asap masih mengepul di area bekas kebakaran.

"Alhamdulillah api sudah padam, namun masih ada asap. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan sehingga tidak ada lagi potensi-potensi api yang membesar," ujar Al Haris di lokasi kejadian. Ia menegaskan, pemantauan ketat akan terus dilakukan petugas sampai lokasi dipastikan benar-benar aman dari potensi munculnya titik api baru.

Al Haris juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam pencegahan Karhutla. Menurutnya, pemadaman saja tidak cukup jika kebiasaan membakar lahan saat pembukaan areal perkebunan masih dilakukan. "Saya berharap masyarakat sadar apapun jenis hutan tidak ada yang boleh membakar, mari jaga hutan kita," imbaunya.

Sebagai solusi konkret, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendorong warga untuk memanfaatkan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Program ini dihadirkan bagi masyarakat yang ingin mengolah lahan tanpa metode pembakaran.

"Mulai ke depan apabila ada masyarakat yang ingin membuka lahan, kebun, silakan ajukan. Pemerintah siap membantu lewat program PLTB," jelasnya.

Al Haris menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel gabungan yang bekerja keras memadamkan api di Desa Puding, mulai dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).(afm)





Artikel Rekomendasi