JAMBERITA.COM - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jambi soroti lambatnya serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran (TA) 2026. Hingga 23 Agustus 2026, realisasi penerimaan pendapatan maupun belanja daerah tercatat masih berada di bawah angka 50 persen.
Juru Bicara Banggar DPRD Provinsi Jambi Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah sejak 1 Januari hingga 23 Agustus 2026 baru mencapai Rp1.860.623.331.306,34. Angka tersebut setara dengan 49,50 persen dari total target pendapatan daerah TA 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.758.132.296.796,00.
"Kondisi senada terjadi pada sektor belanja daerah. Hingga periode yang sama, alokasi belanja yang terealisasi baru sebesar Rp1.684.055.349.785,60 atau 43,81 persen dari total pagu belanja daerah TA 2026 yang sebesar Rp3.843.662.374.728,00," paparnya.
Menurut Banggar, lambatnya penyerapan anggaran dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian setempat. Minimnya realisasi belanja dinilai berpotensi langsung menghambat laju pertumbuhan ekonomi daerah bagi masyarakat Provinsi Jambi.
"Maka, Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi meminta kepada TAPD Provinsi Jambi untuk melakukan percepatan realisasi belanja seraya mendorong realisasi pendapatan daerah di sisa tahun anggaran 2026," tegasnya meminta Tim TAPD Provinsi Jambi segera mengambil langkah ekstra.(afm)
Ran KUA-PPAS APBD 2027 Jambi Disepakati, Target Pendapatan Naik Rp3,95 T, Belanja Tembus Rp4 Triliun
Edi Purwanto : Alhamdulillah Perbaikan Jalan Padang Lamo Dianggarkan, Dikerjakan Tahun Ini
Iktibar SAH Tentang Perayaan Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Cinta kepada Rasulullah SAW
SAH Imbau Warga Gunakan Masker dan Perbanyak Aktivitas di Dalam Ruangan Saat Kabut Asap
Takbir! SAH Ungkap Keberkahan Program Presiden Prabowo,Kini Indonesia Bisa Swasembada 8 Bahan Pangan
Genjot PAD, Abun Yani Kepada Pemprov Jambi : Kadis yang Tak Mampu, Mundur Saja!
Banpres Rp30 M Karhutla Jambi Disorot! BPBD Terima Rp18,78 M, Rincian Pengadaan Dipertanyakan
