Tokoh Muda Muaro Jambi Ingatkan Bupati BBS Soal Intervensi Proyek dan Kualitas APBD



Jumat, 31 Juli 2026 - 08:50:32 WIB



Foto : Karyadi.
Foto : Karyadi.

JAMBERITA.COM - Tokoh muda Muaro Jambi, Karyadi, melayangkan kritik keras dan masukan tegas kepada Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS). Karyadi meminta Bupati BBS untuk bekerja secara fokus (tumakninah) dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik maupun ancaman dari mantan tim sukses (timses) terkait pengalokasian proyek APBD.

Karyadi mengingatkan Bupati BBS agar bersikap tegas dan menyerahkan seluruh proses tender pembangunan sepenuhnya kepada aturan dan mekanisme hukum yang berlaku. Langkah ini dinilai krusial untuk meredam isu miring terkait dugaan "cawe-cawe" pihak luar—khususnya mantan timses yang bukan berlatar belakang kontraktor—dalam pembagian paket proyek Pemkab.

"BBS jangan takut dengan ancaman mantan timses yang terkesan sudah mengaveling proyek, ataupun isu utang Pilkada yang menyandera beliau," tegas Karyadi dalam keterangannya, Jumat.

Ia menekankan bahwa di tengah keterbatasan anggaran APBD Muaro Jambi, penyerapan anggaran harus tepat sasaran dan mengedepankan kualitas. Praktik penarikan royalti atau pemotongan anggaran dinilai sangat berbahaya karena berdampak langsung pada penurunan kualitas fisik pekerjaan di lapangan.

Lebih lanjut, Karyadi mengingatkan Bupati BBS untuk melakukan mitigasi risiko politik dan hukum agar terhindar dari potensi penindakan Aparat Penegak Hukum (APH).

"Ini bukan zamannya lagi. Sangat berbahaya jika sampai menodani sejarah Muaro Jambi dengan insiden Bupati terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh APH. Sebagai putra daerah dan sahabat, saya berpesan agar beliau berhati-hati membaca peta dan meredam potensi bahaya yang merugikan beliau secara pribadi," ujarnya.

Selain menyoroti tata kelola anggaran dan transparansi tender, Karyadi juga mendorong Bupati BBS untuk keluar dari rutinitas kerja konvensional yang dinilainya kurang efektif. Ia menyarankan Pemkab Muaro Jambi melakukikan terobosan melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurutnya, BUMD harus dimaksimalkan sebagai mesin pencetak pendapatan daerah untuk menambah postur APBD, sehingga keuangan daerah tidak hanya bergantung pada sektor pajak semata.

"Saya yakin Pak BBS mampu melakukan langkah-langkah strategis ini, terlebih latar belakang beliau adalah seorang pengusaha. Waktu terus berjalan, jangan tunggu lama-lama agar visi-misi 'Muaro Jambi Berbakti' benar-benar terwujud bagi masyarakat," pungkas Karyadi.(afm)





Artikel Rekomendasi