Lestarikan Tradisi Lewat Inovasi, UNJA Resmi Buka Peksimida Jambi 2026



Rabu, 22 Juli 2026 - 23:19:12 WIB



JAMBERITA.COM - Kebudayaan Melayu Jambi kembali bergelora di panggung akademik. Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jambi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 1 UNIFAC, Rabu (22/7/2026). Mengusung tema “Peksimida Jambi Bergerak, Seni Melayu Berdampak”, ajang dua tahunan ini menjadi wadah strategis dalam merawat, membina, dan melestarikan warisan budaya lokal melalui ekspresi seni generasi muda.

Sebanyak 167 mahasiswa seni dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi bersaing dalam 15 tangkai lomba yang berlangsung selama empat hari, pada 22–25 Juli 2026. Pembukaan acara ditandai dengan penyematan tanda pengenal peserta dan dewan juri, serta suguhan Tari Zapin Rajuk Rindu yang memukau para hadirin.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menegaskan bahwa tradisi dan kebudayaan daerah harus tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar nilainya.

"Perkembangan budaya yang lahir dari tradisi dan masyarakat kita harus terus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai budaya ini dianggap terbelakang. Justru pelestarian budaya Melayu harus didukung oleh perkembangan teknologi," tegas Rektor.

Peksimida 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga menandai era baru digitalisasi seni daerah. Untuk pertama kalinya, penyelenggaraan Peksimida Jambi memanfaatkan laman resmi Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) secara terpadu mulai dari pendaftaran, jadwal, lokasi, hingga perolehan skor real-time. Terobosan ini menempatkan Jambi sebagai satu dari tiga wilayah di Indonesia, bersama Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang mengadopsi sistem digitalisasi seni mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA sekaligus Ketua BPSMI Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., mengungkapkan optimismenya terhadap kebangkitan prestasi seni Melayu Jambi di kancah nasional, mengingat jumlah peserta tahun ini melonjak drastis dari 67 peserta pada tahun 2024 menjadi 167 peserta.

"Jambi memiliki catatan sejarah manis dengan meraih juara pada Peksiminas 2008, 2010, 2016, dan 2022. Melalui semangat pelestarian budaya dan kesiapan sistem digital ini, kita targetkan mengulang sejarah manis tersebut pada Peksiminas 2026," ujar Prof. Fauzi.

Ajang daerah ini sekaligus berfungsi sebagai seleksi ketat untuk menjaring delegasi terbaik Provinsi Jambi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII yang akan diselenggarakan di Universitas Jember, Jawa Timur, pada 14–22 September 2026 mendatang.

Melalui pesan resminya, Ketua BPSMI Pusat mengapresiasi tinggi dedikasi Jambi dalam merawat seni tradisi. Ia menggarisbawahi bahwa kompetisi seni mahasiswa sejatinya adalah ruang ekspresi untuk memperkuat karakter, etika, dan identitas kebangsaan. Para jawara terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi duta budaya yang membawa keanggunan dan keagungan Seni Melayu Jambi ke tingkat nasional.(afm)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi