Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen Triwulan I 2026, Angka Pengangguran dan Ketimpangan Gender Menurun



Kamis, 07 Mei 2026 - 21:21:16 WIB



Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBERITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis empat laporan terbaru mengenai Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026, Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2026, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025, dan Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.

Dalam rilis yang disampaikan pada Selasa (5/5/2026), Jambi menunjukkan tren positif pada beberapa sektor meski menghadapi tantangan kontraksi musiman.

Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha mengatakan ekonomi Provinsi Jambi pada Triwulan I-2026 tercatat tumbuh sebesar 4,33 persen secara tahunan (year-on-year). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp88,80 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 berada di angka Rp45,80 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dipicu oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang melonjak hingga 13,54 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dialami oleh Komponen Konsumsi Lembaga Non-Profit (PK-LNPRT) sebesar 11,36 persen.

Namun, secara kuartalan (q-to-q), ekonomi Jambi mengalami kontraksi sebesar 4,55 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini dipicu oleh penurunan di sektor Jasa Pendidikan (10,83 persen) dan kontraksi tajam pada pengeluaran konsumsi pemerintah yang mencapai 30,40 persen.

"Pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jambi dengan kontribusi sebesar 34,02 persen terhadap PDRB," terang Aidil. 

Sementara itu, kabar baik datang dari sektor ketenagakerjaan. Dimana tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jambi per-Februari 2026 berada di angka 3,99 persen, turun 0,50 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Meskipun jumlah angkatan kerja mengalami sedikit penurunan menjadi 1,87 juta orang, sektor akomodasi dan penyediaan makan minum justru menunjukkan geliat dengan penambahan tenaga kerja terbesar sebanyak 19,38 ribu orang. Selain itu, proporsi pekerja di sektor formal juga meningkat menjadi 46,21 persen, menandakan kualitas lapangan kerja yang membaik," ujarnya. 

BPS juga mencatat perbaikan pada IKG. Di tahun 2025, IKG Jambi turun menjadi 0,509 dari sebelumnya 0,528 pada tahun 2024.

Aidil menyampaikan bahwa penurunan ini didorong oleh dua faktor utama yaitu pertama kesehatan reproduksi, dimana menurunnya angka kelahiran di luar fasilitas kesehatan dan perbaikan usia melahirkan. Dan yang kedua ialah pemberdayaan, meningkatnya persentase perempuan usia 25 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan SMA ke atas menjadi 36,77 persen.

Berdasarkan SUPAS 2025, laju pertumbuhan penduduk Jambi rata-rata berada di angka 1,27 persen per tahun.

Aidil menyampaikan ada beberapa poin krusial dalam dinamika kependudukan Jambi, diantaranya :

Fertilitas: Angka Kelahiran Total (TFR) berada di level 2,23, mendekati replacement level.

Kesehatan Bayi: Angka Kematian Bayi (IMR) terus ditekan hingga mencapai 14,75.

Migrasi: Tujuh kabupaten/kota di Jambi kini menjadi magnet tujuan migrasi (migrasi risen neto positif).

Struktur Usia: Jambi mulai memasuki fase ageing population dengan proporsi penduduk lanjut usia yang kini mencapai 9,96 persen.

"Dengan data ini, Pemerintah Provinsi Jambi diharapkan dapat menyesuaikan kebijakan pembangunan, khususnya dalam menghadapi peningkatan rasio ketergantungan yang kini mencapai 45,24 persen serta persiapan menuju masyarakat lanjut usia," pungkasnya. (tts)

 





Artikel Rekomendasi