JAMBERITA.COM - Di tengah riuhnya prosesi Wisuda ke-121 Universitas Jambi (UNJA), terselip sebuah kisah perjuangan yang menggetarkan hati. Munairah, mahasiswi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), berhasil membuktikan bahwa kemiskinan dan keretakan keluarga bukan penghalang untuk menjemput mimpi.
Dilansir dari unja.ac.id, Gadis kelahiran Simbur Naik, 30 Desember 2003 ini, resmi menyandang predikat Cumlaude dengan IPK nyaris sempurna, 3,91, pada Rapat Terbuka Senat di Gedung Balairung Pinang Masak, Kamis (12/02/2026).
Perjalanan Munairah menuju podium wisuda tidaklah bertabur bunga. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara dari seorang ayah petani dan ibu wiraswasta, biaya pendidikan menjadi momok yang nyata.
Kepedihan terdalam dirasakannya di awal masa perkuliahan tahun 2022. Saat itu, bantuan beasiswa KIP Kuliah yang ia harapkan belum juga cair. Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga sedang di titik nadir. “Saya pernah diminta berhenti kuliah oleh ayah pada awal perkuliahan karena keterbatasan biaya,” kenang Munairah dengan mata berkaca-kaca.
Namun, menyerah tidak ada dalam kamusnya. Demi menyambung napas pendidikannya, ia rela membanting tulang menjadi pekerja lepas (freelance). Uang hasil keringatnya sendiri itulah yang ia gunakan untuk bertahan hidup di perantauan hingga bantuan pemerintah akhirnya turun.
Beban Munairah bukan hanya soal materi, melainkan juga mental. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), ia harus menyaksikan keharmonisan orang tuanya retak. Meski sempat rujuk saat ia SMP, badai kembali datang hingga orang tuanya benar-benar berpisah saat ia masih di bangku SMA.
Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang broken home seringkali menjatuhkan mental seorang anak. Namun bagi Munairah, luka itu ia jadikan bahan bakar untuk membuktikan bahwa dirinya bisa berdiri tegak.
Kesibukannya bekerja dan belajar tidak membuatnya abai pada pengembangan diri. Munairah bertransformasi menjadi sosok yang aktif dan berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional, yakni menyandang penghargaan sebagai Duta Potensi Pemuda Indonesia Provinsi Jambi (2022), ?Duta Genre Provinsi Jambi (2023) dan menjadi Peserta Terbaik Ajang Duta Genre Indonesia kategori MC (2024).
Keberhasilannya meraih IPK 3,91 di tengah jadwal organisasi yang padat adalah bukti nyata dari kedisiplinan dan konsistensi yang luar biasa.
Tips Sukses Munairah: "Keterbatasan Bukan Hambatan" Bagi rekan-rekan mahasiswa yang saat ini sedang berjuang di tengah himpitan ekonomi atau masalah pribadi, Munairah menitipkan pesan mendalam.
"Jangan jadikan latar belakang sebagai alasan, Setiap orang punya titik awal yang berbeda, tapi garis finis ditentukan oleh usaha," ujarnya.
Disiplin dan konsistensi, menjalani perkuliahan dengan totalitas adalah kunci, Mandiri: Jangan hanya bergantung pada keadaan, cari jalan keluar meski harus bekerja keras. “Saat SMA, cita-cita saya hanya ingin melanjutkan kuliah. Dengan tekad tersebut, saya menjalani perkuliahan dengan totalitas dan bersungguh-sungguh,” tambahnya menutup percakapan.
Kisah Munairah adalah pengingat bagi kita semua: Bahwa mutiara akan tetap bersinar meski berada di dasar lumpur yang gelap. Selamat, Munairah!
Sekda Tekanan Rejuvenasi Organisasi Kepemudaan Hadapi Tantangan Industri & Teknologi
Ratusan Atlet Jambi Tes Fisik Jilid II, Dipersiapkan Bertanding di PON Sulut 2026
Gubernur Jawab Kritik Fraksi PKB Minta Jajaran Direksi Bank Jambi Dievaluasi, Begini Katanya
Terbukti Melanggar : Tim Ad Hoc Depak Kepsek SMAN 6 Kerinci, Sanksi Menanti di Tebo dan Tanjabtim
Dari Lumpur ke Harapan : Mahasiswa UNJA Bawa Lentera Digital, Pulihkan Asa Korban Banjir di Sumbar
Perkuat Sinergi Nasional, UBR Jambi Jalin Kemitraan Strategis dengan Dinkes Kabupaten Pali


Sekda Tekanan Rejuvenasi Organisasi Kepemudaan Hadapi Tantangan Industri & Teknologi


