Toga yang Tak Sempat Terpakai, Haru Pengukuhan Guru Besar UNJA untuk Sang Profesor yang Berpulang



Selasa, 10 Februari 2026 - 18:45:08 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi Bersama 5 Guru Besar termasuk Istri almarhum yang telah Berpulang Sebelum Toga Terpakai, Selasa (10/1/2026)/hms.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi Bersama 5 Guru Besar termasuk Istri almarhum yang telah Berpulang Sebelum Toga Terpakai, Selasa (10/1/2026)/hms.

JAMBERITA.COM - Di tengah riuh rendah tepuk tangan dan suasana khidmat Balairung Pinang Masak Universitas Jambi (UNJA) pada Selasa (10/2/26), ada sebuah momen yang membuat napas sejenak tertahan dan mata para hadirin berkaca-kaca. Di antara barisan cendekiawan yang dikukuhkan, terselip sebuah nama yang raganya tak lagi hadir, namun semangatnya memenuhi ruangan yaitu Almarhum Prof. Dr. Drs. Harizon, M.Si.

Seperti diketahui hari ini, UNJA secara resmi kembali mengukuhkan 6 Guru Besar baru. Namun, panggung utama yang semestinya menjadi saksi bisu keberhasilan Prof. Harizon mencapai puncak karier akademiknya, justru berubah menjadi mimbar penghormatan terakhir. Sang profesor berpulang sebelum sempat merasakan toga kebesarannya disematkan secara langsung.

Puncak keharuan memuncak saat Rektor UNJA, Helmi, menyerahkan atribut Guru Besar. Bukan kepada sang dosen, melainkan kepada istri dan kedua putra almarhum yang melangkah maju dengan ketegaran luar biasa. Di balik kain toga yang diserahkan, ada duka yang mendalam sekaligus kebanggaan yang tak ternilai atas dedikasi almarhum selama hidupnya.

“Saya turut berduka atas berpulangnya Prof. Dr. Drs. Harizon, M.Si., yang semestinya beliau ikut dalam acara pengukuhan hari ini. Mari bersama-sama kita doakan semoga beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT,” ujar Rektor Prof Helmi dengan nada suara yang bergetar penuh empati.

Kehadiran keluarga Prof. Harizon menjadi pengingat bagi seluruh hadirin bahwa gelar Guru Besar bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan warisan intelektual dan pengabdian yang melampaui usia biologis seseorang.

Meskipun diselimuti duka, acara pengukuhan tetap berlangsung dengan semangat keilmuan yang tinggi. Selain penghormatan untuk Prof. Harizon, 5 Guru Besar lainnya turut menyampaikan orasi ilmiah yang menjadi sumbangsih nyata bagi kemajuan bangsa .

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan: Prof. Andiopenta Purba (Sosiolinguistik) dan Prof. Kuswanto (Ekonomi Perdesaan).

Fakultas Pertanian: Prof. Sri Arnita Abu Tani (Herbal Sapi Bali) dan Prof. Rahmi Dianita (Ecosystem Engineer & Protein Hewani).

Fakultas Peternakan: Prof. Mursalin dan Prof. Fitry Tafzi yang keduanya fokus pada transformasi industri pangan modern dan fungsional.

Rektor Prof Helmi berharap momentum ini, termasuk perjuangan almarhum Prof. Harizon, dapat menjadi lecutan semangat bagi 240 Lektor Kepala di UNJA untuk segera menyusul ke puncak jabatan fungsional tersebut.

Pengukuhan hari ini bukan hanya tentang gelar dan jabatan. Ini adalah tentang perjalanan panjang seorang pendidik yang berjuang hingga titik darah penghabisan untuk ilmu pengetahuan. Prof. Harizon mungkin tidak berdiri di sana untuk membacakan orasinya, namun namanya kini abadi sebagai guru bangsa dalam catatan sejarah Universitas Jambi.(afm)





Artikel Rekomendasi