Inovasi Mahasiswa UBR Jambi: Sulap Pekarangan Jadi TOGA, Wujudkan Ketahanan Pangan di Desa Ramin



Rabu, 04 Februari 2026 - 19:28:12 WIB



Foto : DPL KKN Tematik UBR Jambi Tina Yuli Fatmawati,SKM.,M.Kes.
Foto : DPL KKN Tematik UBR Jambi Tina Yuli Fatmawati,SKM.,M.Kes.

JAMBEERITA.COM - Memanfaatkan lahan tidur menjadi sumber pangan dan obat-obatan, Mahasiswa KKN Tematik Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi Posko 12 sukses menginisiasi program inovatif di Desa Ramin, Kecamatan Kumpeh Ulu. Melalui kolaborasi lintas program studi, mereka menyulap pekarangan rumah warga menjadi Apotek Hidup melalui pembuatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) pada 1-3 Februari 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi apik mahasiswa dari program studi Sarjana Keperawatan, Ilmu Gizi, dan Kebidanan. Langkah ini sekaligus menjadi agenda penutup yang manis bagi rangkaian KKN Tematik UBR di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tina Yuli Fatmawati, SKM., M.Kes.

Inovasi ini lahir dari kesadaran mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) akan pentingnya kemandirian kesehatan berbasis lingkungan. Dengan menggandeng pemuda Karang Taruna, kader desa, dan masyarakat setempat, lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif kini ditanami berbagai komoditas kaya manfaat.

"Beberapa jenis tanaman yang ditanam meliputi, Tanaman Obat, yaitu Jahe, kunyit, dan serai (sebagai pertolongan pertama gangguan kesehatan). Kemudian Tanaman Pangan Lokal & Gizi Kelor dan bayam (sebagai sumber nutrisi alami keluarga)," ujar Tina.

Tina menjelaskan bahwa fokus kegiatan ini bukan sekadar menanam, melainkan mengedukasi masyarakat untuk mandiri secara pangan dan kesehatan. ?"Kami ingin masyarakat menyadari bahwa pekarangan rumah memiliki potensi besar. Dengan menanam tanaman seperti kelor yang kaya gizi atau jahe untuk kesehatan, masyarakat tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga memiliki akses cepat terhadap pangan sehat dan obat alami," ungkapnya.

Proses penyiapan lahan hingga penanaman dilakukan secara gotong royong. Suasana antusias terlihat saat warga bersama mahasiswa bahu-membahu menata bibit-bibit tanaman. Inisiasi ini diharapkan dapat menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai jarang dimanfaatkan oleh generasi saat ini.

"Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang, untuk masyarakat mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pasar untuk kebutuhan bumbu dan obat ringan, serta menjadikan lingkungan yang sehat, pekarangan menjadi hijau, asri, dan produktif," harapnya.

Kegiatan pembuatan TOGA ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendorong terciptanya masyarakat Desa Ramin yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan pangan lokal.(afm)





Artikel Rekomendasi