JAMBERITA.COM- Bagi Edi Purwanto, politik bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang senyum warga yang kini bisa tidur nyenyak di bawah atap yang tak lagi bocor. Memanfaatkan masa reses Desember 2025, Anggota Komisi V DPR RI asal Dapil Jambi ini turun langsung ke pelosok desa untuk memastikan 1.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ia perjuangkan telah berdiri kokoh menjadi hunian layak.
Langkah kaki Edi menyusuri lorong-lorong di Kabupaten Bungo, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, hingga Merangin bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan bahwa dana stimulus dari pusat benar-benar "mendarat" tepat sasaran di tangan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menyadari bahwa tantangan infrastruktur di Jambi, khususnya hunian, masih menjadi PR besar. Melalui lobi-lobi strategis di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Ketua DPD PDI Perjuangan Jambi ini berhasil mengamankan kuota 1.000 unit BSPS atau program "Bedah Rumah" sepanjang tahun 2025.
“Melihat perubahan kondisi rumah warga dari yang tadinya reyot menjadi sehat dan aman adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi. Ini adalah tujuan utama mengapa saya berdiri di DPR,” ungkap Edi dengan penuh haru saat menyapa penerima manfaat.
Edi menekankan bahwa BSPS senilai Rp20 juta per unit ini hanyalah pemantik. Inti dari perjuangan ini adalah menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kemandirian masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak sekadar berpangku tangan pada bantuan, melainkan menjadikannya modal awal untuk membangun masa depan.
“Bantuan ini stimulus. Saya ingin warga juga punya semangat menabung. Dengan modal pokok yang ada ditambah suntikan APBN, rumah yang sempurna bukan lagi mimpi bagi bapak dan ibu,” pesannya di hadapan warga.
Keberhasilan membawa 1.000 unit di tahun pertama tidak membuat Edi puas. Didampingi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP3KP) Sumatera IV, Arifman, Edi menegaskan komitmennya untuk melipatgandakan kuota di tahun 2026. Ia memberikan instruksi khusus kepada pejabat daerah untuk lebih proaktif melakukan "jemput bola" data ke lapangan.
Masuk ke Lorong-Lorong: Pendataan tidak boleh hanya di atas meja. Identifikasi Akurat: Pastikan rumah yang benar-benar tidak layak huni masuk dalam daftar usulan. Akselerasi Usulan: Segera ajukan agar bantuan pusat bisa segera turun. “Saya minta pejabat daerah kembali masuk ke lorong-lorong. Data rumah yang tidak layak, usulkan ke kami. Kita akan perjuangkan kuota yang lebih besar lagi untuk tahun depan,” pungkasnya.(afm)
Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi
Fokus Mal Pelayanan Publik hingga Retribusi, Kemenkum Jambi Harmonisasikan Ranperbup Batang Hari
PUPR Jambi: Kerusakan Jalan Kapten Bakarudin Akibat Penurunan Jaringan Utilitas
Sy Fasha Perjuangkan Akses Pendidikan: Ratusan Siswa di Jambi Terima Beasiswa PIP Jalur Aspirasi
Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi SAH, Hadiri Dialog Nasional HKTI Bersama Menteri Pertanian
Ketua DPD HKTI Jambi, SAH Apresiasi Langkah Prabowo Serahkan 90 Ribu Ha Lahan untuk Lindungi Gajah


Optimalkan Kinerja B04, Kanwil Kemenkum Jambi Kejar Percepatan Anggaran dan Reformasi Birokrasi


