Kadis Perkim Muaro Jambi : Jangan Jadikan Pematang Gajah, Jadi Pematang Sampah



Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:08:31 WIB



Foto : Tim Pengangkut Dinas Perkim Muaro Jambi Bersihkan Sampah yang Kian Menumpuk dan Segera Tutup Permanen tempat Tersebut.
Foto : Tim Pengangkut Dinas Perkim Muaro Jambi Bersihkan Sampah yang Kian Menumpuk dan Segera Tutup Permanen tempat Tersebut.

JAMBERITA.COM - Kadis Perkim Muaro Jambi Evi Syahrul meminta jangan rubah nama Pematang Gajah menjadi Pematang Sampah. Pasalnya sampah yang bertumpuk dipinggir akses jalan lintas antara Muaro Jambi ke Kota Jambi itu tempat pembuangan ilegal.

"Ini ilegal, memang ini yang jadi persoalan. Salah satu solusinya hari ini kita bersihkan, berikutnya TPS ini akan dilakukan penutupan secara permanen, karena ini tidak ada izin. Kita harap masyarakat jangan membuang lagi sampah dipinggir jalan, gek pematang gajah berubah nama dia jadi pematang sampah," tegasnya yang langsung turun ke lokasi dengan membawa Kades Rohmat.

Evi mengatakan bahwa di Pematang Gajah ini sudah ada TPS3R Pelangi sudah dibangun sejak 2022-2023 lalu, sekalipun belum maksimal. Ia meminta masyarakat membuang ke TPS3R tersebut. "Kita minta seluruh masyarakat pematang gajah ini dapat bekerjasama dengan KSM TPS3R dan buang kesana jangan lagi ke pinggir jalan," jelasnya.

Evi pun juga menyoroti KSM Pelangi TPS3R Desa Pematang Gajah yang dinilai belum maksimal. Bahkan ia pun setelah melihat tumpukan sampah yang sudah menutup badan jalan , juga langsung mendatangi TPS3R itu yang berada di wilayah RT 13. "Memang belum maksimal itu bisa dikatakan baru 10 persen layanannya," sesalnya.

Berdirinya TP3SR dengan menggunakan DAK 570 juta itu, salah satu solusi dari Pemda dalam mengatasi persoalan sampah di Pematang Gajah. Dimana pengelola juga disuport berupa armada oleh Pemda untuk jemput bola terutama kepada warga yang bermukim disekitar. "Kalau tidak dimanfaatkan atau untuk kepentingan lain, armada bisa kita tarik," tegasnya.

Seyogyanya mereka mensosialisasikan ini dengan memasang tarif per Rp30 ribu/KK, akan tetapi sejauh ini belum maksimal dan belum terlihat armada pelat merah itu, berlanggangan ke warga perumahan sekitar. Padahal selalu melintas di wilayah permukiman tersebut. "Kita lihat nanti, mereka mengutamakan sekitar atau keluar dari wilayah Pematang Gajah, akan kita dalami," pungkasnya. (afm)





Artikel Rekomendasi