JAMBERITA.COM - Tim dosen peneliti Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi dan Universitas Jambi (UNJA) berkolaborasi dalam penelitian Modifikasi Model-Ratu Berbasis Kearifan Lokal serta Efektifitasnya dalam Mengatasi Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita Usia Subur Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Nyogan, Kecamatan Bahar Kabupaten Muaro Jambi.
Penelitian yang didanai oleh Hibah Kemendiktisaintek Tahun Anggaran (TA) 2025 itu, di Ketuai oleh Dr. Ns. Ratu Kusuma, S.Kep., M.Biomed dan anggota (Tina Yuli Fatmawati, SKM., M.Kes, Dr. Asparian, SKM., M.Kes, Suci Rahmani Nurita, SST., M.Keb).
"Penelitian ini terdiri dari 2 tahap dan alhamdulillah, penelitian Tahap I telah dilakukan pada Kamis, 10 Juli 2025 di Dusun Nyogan," kata Dr. Ns. Ratu Kusuma, S.Kep ke jamberita.com .
Ratu menjelaskan, pengumpulan data dilakukan melalui Focus Group Discussion dengan mewawancarai delapan wanita usia subur (WUS) SAD yang dilakukan di rumah dukun beranak (nyai) RT 15 Dusun Nyogan.
"Pelaksanaan kegiatan ini didampingi kepala Dusun Nyogan, bapak Deky Candra yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari ibu Rosita selaku Kepala Desa Nyogan dan Bapak sekdes," ungkapnya.
Menurut Ratu, WUS SAD Nyogan antusias mengikuti kegiatan sampai dengan selesai dan terbuka dalam memberikan berbagai informasi terkait kesehatan reproduksi yang mereka alami sehingga tim penelitian pun mendapatkan beberapa informasi penting terkait kesehatan reproduksi.
"Yaitu pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan ke dukun (nyai) yang telah melakukan pertolongan persalinan dan pengobatan lainnya sejak kurang lebih 35 tahun yang lalu," ujarnya.
Ratu mengatakan, bayi-bayi mereka pun tidak pernah diimunisasi dan bayi telah diberi makanan tambahan pada usia 1 bulan."Mereka mengatakan walaupun tidak diimunisasi bayi mereka sehat-sehat saja, menggunakan ramuan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti ramuan dari kuyit, daun papaya, sungkai, jahe merah, dan ramuan lainnya," terangnya.
Karena sudah menjadi kebiasaan dalam mengatasi kesehatan dengan berbagai ramuan alami/tradisional, mereka pun para wanita SAD merasa khawatir apabila mengalami sakit itu dilakukan tindakan medis di rumah sakit.
"Mereka takut jika sakit parah karena akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Jambi. permasalahan WUS SAD Desa Nyogan ini harus mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jambi khususnya Dinas Kesehatan, dalam Upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia yang masih jauh dari target SDGs 2030," harapnya.(afm)
Ekonomi Jambi Tumbuh 4,33 Persen Triwulan I 2026, Angka Pengangguran dan Ketimpangan Gender Menurun
Bupati Anwar Sadat Sambut dan Apresiasi Kunjungan Menkes RI ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal
Dorong Daya Saing Daerah, Abun Yani Sampaikan Ranperda Inisiatif Fasilitasi HKI Jambi
Bastille Day di Perancis,SAH Bangga Diplomasi Militer Presiden Prabowo Buat Indonesia Makin Disegani
Kadispora Sambut Kedatangan Jenazah Atlet Taekwondo Oki Yusmika di Bandara


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


