Perkembangan Indeks Pembangunan Jambi Terkini



Selasa, 30 Juli 2024 - 11:15:19 WIB



Oleh: Risma Hapsari,S.ST., M.Si.*

 

 

Kemarin (01/12/2022), BPS Provinsi Jambi merilis angka Indeks Pembangunan (IPM) Provinsi Jambi Tahun 2022. United Nation Development Program (UNDP) sejak 1990 secara berkala mengeluarkan indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai upaya mengukur perkembangan pembangunan negara-negara di dunia. Angka IPM merupakan angka rerata geometris dari tiga komponen utama, yaitu angka harapan hidup, pendidikan (rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah), dan standar hidup layak.

IPM memberikan ukuran capaian pembangunan yang lebih komprehensif karena tidak hanya mengukur capaian ekonomi semata, tetapi juga mencakup esensi dasar kebahagiaan manusia tentang kehidupan yang sehat, berumur panjang, pintar, dan adanya kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.

Berdasarkan rilis tersebut, tergambar bahwa pembangunan manusia di Provinsi Jambi terus mengalami kemajuan. Sejak tahun 2018, status pembangunan manusia Provinsi Jambi meningkat dari level “sedang” menjadi “tinggi”. Selama 2013-2022 IPM Provinsi Jambi rata-rata meningkat sebesar 0,70 persen per tahun, dari 67,76 pada tahun 2013 menjadi 72,14 pada tahun 2022. Setelah mengalami perlambatan IPM pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, pada tahun 2021 dan 2022 IPM Provinsi Jambi terus membaik seiring dengan penanganan COVID-19 yang berjalan baik dan pemulihan kinerja ekonomi Provinsi Jambi.

Peningkatan IPM Provinsi Jambi tahun 2022 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Peningkatan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat serta standar hidup layak lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Peningkatan IPM tahun 2022 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama dimensi standar hidup layak. Seluruh indikator yang mewakili dimensi IPM mengalami percepatan pertumbuhan, kecuali Harapan Lama Sekolah (HLS) pada dimensi pengetahuan yang pertumbuhannya melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

Umur Harapan Hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2013 hingga 2022, UHH

telah meningkat sebesar 1,15 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,18 persen per tahun.

Pada tahun 2013, UHH Provinsi Jambi adalah 70,35 tahun dan pada tahun 2022 telah

mencapai 71,50 tahun. 

Dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun, namun pada tahun 2022 HLS mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama periode 2013 hingga 2022, HLS Provinsi Jambi rata-rata meningkat 0,78 persen per tahun, sementara RLS rata-rata meningkat 1,19 persen per tahun.

Dimensi terakhir yang mewakili pembangunan manusia adalah standar hidup layak yang

direpresentasikan oleh pengeluaran riil per kapita (atas dasar harga konstan 2012) yang

disesuaikan. Pada tahun 2022, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan masyarakat

Provinsi Jambi mencapai Rp10.871 ribu per tahun. Capaian ini meningkat 2,67 persen

dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan pemulihan ekonomi Provinsi Jambi yang

terus berlanjut. Pengeluaran riil per kapita pada tahun 2021 dan 2022 konsisten meningkat

setelah mengalami penurunan pada tahun 2020.

Peningkatan IPM tahun 2022 terjadi di seluruh kabupaten/kota. IPM Kabupaten Tanjung

Jabung Timur tumbuh paling cepat dengan kenaikan 1,32 persen, disusul oleh Kabupaten

Tanjung Jabung Barat (0,92 persen), Sarolangun (0,91 persen), dan Muaro Jambi (0,91 persen).

Sementara itu, IPM Kabupaten Bungo dan Batang Hari tumbuh paling lambat dibandingkan

kabupaten/kota lainnya (masing-masing tumbuh 0,57 persen). Tidak terjadi perubahan pada

peringkat capaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota.

Pada tahun ini, Kabupaten Muaro Jambi mengikuti Kota Jambi, Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Sarolangun, Bungo, dan Batang Hari menjadi kabupaten dengan status capaian pembangunan manusia yang “tinggi” (70≤IPM<80). Dengan peningkatan status

pembangunan manusia di Kabupaten Muaro Jambi, jumlah kabupaten/kota dengan status

capaian pembanguan manusia yang “tinggi” (70≤IPM<80) menjadi sebanyak tujuh (7) kabupaten/kota dan yang berstatus “sedang” (capaian 60≤IPM<70) sebanyak empat (4) kabupaten, yaitu Kabupaten Merangin, Tebo, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur. Sejak tahun 2015, tidak ada lagi kabupaten dengan status pembangunan manusia “rendah” (IPM<60) setelah status pembangunan manusia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur meningkat dari “rendah” menjadi “sedang”.

Keberhasilan peningkatan IPM ini layak disyukuri, tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap tantangan-tantangan baru sebagai konsekuensi dari peningkatan IPM Provinsi Jambi, antara lain: 1) ketidakmerataan capaian IPM di tiap-tiap kabupaten/kota sehingga pada jangka panjang akan terus meningkatkan ketimpangan pendapatan, 2) peningkatan angka harapan hidup masyarakat menuntut adanya kebijakan perlindungan sosial yang menyeluruh sehingga kelompok masyarakat usia tua tidak hidup menderita dalam kemiskinan. Perlu adanya penguatan sistem pensiun dan/atau perlindungan hari tua sehingga mereka dapat menikmati panjang umur, hidup mulia, dan bahagia, 3) kenaikan angka harapan sekolah dan rata-rata lama sekolah masih bersifat kuantitas, belum mencerminkan kualitas pendidikan. Peningkatan angka harapan hidup, harapan sekolah, dan lama sekolah membutuhkan upaya yang konsisten, persisten, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen.

 

Penulis adalah: Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi*



Artikel Rekomendasi