Oleh: Rahmad Fajral Ilhami*
Lima mahasiswa Universitas Andalas (Unand) program studi S1 Ilmu Biomedis Fakultas Kedokteran tergabung dalam tim Misel, pada kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang riset eksakta (PKM-RE). Menciptakan inovasi terapi kanker payudara melalui kegigihan untuk menemukan solusi yang lebih efektif dan minim efek samping dibandingkan terapi standar.
Muhammad Luthfi Kamil, Nisaul Ilmi, Salsabila Asary, Nisrina Hanifah, dan Rahmad Fajral Ilhami – anggota tim Misel. Di bawah dampingan Dr. Dessy Arisanty, S.Si, M.Sc., mereka meneliti potensi nano misel polimer yang dikombinasikan doxorubicin-quercetin sebagai senjata ampuh melawan kanker payudara.
Kanker payudara, momok bagi wanita Indonesia. Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama dengan jumlah kasus baru mencapai 16,6% dari total kasus kanker. Ironisnya, angka kematian akibat kanker payudara pun tak kalah tinggi, mencapai lebih dari 22 ribu jiwa.
Terapi yang ada saat ini, seperti kemoterapi, radioterapi, dan operasi, seringkali memiliki efek samping yang signifikan bagi pasien. Doxorubicin, salah satu obat standar kemoterapi, memang efektif, namun efek sampingnya tak terelakkan. Resistensi kanker terhadap obat pun menjadi hambatan lain.
Tim Misel hadir dengan solusi inovatif. Mereka memanfaatkan teknologi nano misel polimer sebagai pembawa molekul obat yang terbukti dapat memaksimalkan penghantaran obat ke sel target. Teknologi ini dipadukan dengan quercetin,bahan alam yang terbukti menghambat resistensi doxorubicin.
Hasilnya? Nano misel polimer kombinasi doxorubicin-quercetin menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam menghantarkan obat ke sel target dan membunuh sel kanker payudara dibandingkan dengan penggunaan doxorubicin saja.Kombinasi ini pun terbukti lebih minim efek samping terhadap sel sehat.
Di Universitas Andalas, kegiatan PKM dimulai dari tahap penyusunan proposal oleh mahasiswa secara bertim dengan arahan dosen pembimbing. Kemudian proposal tersebut akan direview di tingkat fakultas dan universitas. Setelah melalui tahapan review, setiap tim diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan proposalnya sebelum di submit ke Simbelmawa, sebuah website untuk mengajukan proposal kepada Dikti untuk pengajuan dana kegiatan PKM.
Selain itu, proposal yang mendapatkan pendanaan tidak semuanya mendapatkan pengabulan dana sesuai yang terlampir pada proposal mereka.Ada yang hanya sebagian besar dana saja yang dikabulkan oleh Dikti dan ada juga yang mendapatkan pengabulan dana secara keseluruhan sesuai proposal yang telah disusun. Tentunya ini telah melalui tahap pengkajian dan proses seleksi yang ketat oleh Dikti. Setelah mendapatkan pendanaan, setiap tim diwajibkan untuk melakukan kegiatan PKM nya sesuia bidang yang telah dipilih.
Inovasi mahasiswa Unand dalam berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu di apresiasi dan diberi dukungan penuh. Semua rangkaian kegiatan penelitian tim Misel dapat dipantau melalui media sosial tim mereka, di instagram @miselpolimer_dox_qct dan di youtube. Diharapkan penelitian ini dapat segera dilanjutkan ke tahap uji klinis untuk membuktikan efektivitasnya pada manusia.(*)


Kemenkum Jambi Matangkan Persiapan PKS Serentak & Penyerahan Sertifikat KI Se-Indonesia


