BKKBN Jambi Genjot Upaya Penurunan Stunting melalui KB Pasca Persalinan



Kamis, 20 Juni 2024 - 11:49:28 WIB



JAMBERITA.COM– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi terus berupaya menurunkan angka stunting di daerah ini. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan meningkatkan kesertaan program Keluarga Berencana (KB) untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko stunting, melalui pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP).

Bertempat di Hotel Aston Jambi, BKKBN Jambi menyelenggarakan workshop penguatan kebijakan dan strategi KB Pasca Persalinan tingkat provinsi pada hari Kamis, 20 Juni 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, mitra kerja dari Pemerintah Daerah, OPD KB Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta lintas sektor, organisasi profesi, Tim Satgas Stunting, dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Sekretaris BKKBN Jambi, Yudi Hendra Musrizal, S.IP., MA., membuka acara tersebut mewakili Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, Yudi Hendra menyampaikan, “Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN ditunjuk sebagai koordinator program percepatan penurunan stunting. Program Keluarga Berencana merupakan salah satu program spesifik dalam upaya penurunan angka stunting. Oleh karena itu, masih perlu upaya kerja keras dalam menurunkan angka stunting tersebut, antara lain melalui peningkatan kesertaan KB untuk menunda atau menjarangkan kelahiran pada keluarga yang berisiko stunting melalui pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP). Metode KBPP langsung digunakan sesaat setelah ibu bersalin, sehingga menjadi salah satu upaya untuk menyikapi missed opportunity dalam pelayanan KB.”

Lebih lanjut, Yudi Hendra memaparkan data yang memprihatinkan namun memacu semangat untuk berbenah. “Laporan Siga-Yan-KB Nasional pada tahun 2021 menunjukkan cakupan pelayanan KBPP masih cukup rendah, yaitu 30,23%, pada tahun 2022 turun menjadi 18,44%, dan meningkat menjadi 48,6% pada tahun 2023. Meski ada peningkatan, capaian tersebut masih jauh dari target KBPP sebagaimana tercantum dalam Peraturan BKKBN No. 18 Tahun 2020, yaitu sebesar 70% pada tahun 2024. Untuk Provinsi Jambi, laporan Siga-Yan-KB pada tahun 2022 menunjukkan jumlah peserta KB baru pasca persalinan sebesar 17.132 akseptor dan meningkat menjadi 24.239 akseptor pada tahun 2023.”

Yudi Hendra juga memberikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan kolaborasi yang baik antara BKKBN dengan institusi, lembaga, serta organisasi profesi dalam mendukung program Keluarga Berencana. Harapan besar kami adalah agar program pelayanan KB, khususnya KB Pasca Persalinan, dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin meningkat kualitasnya di masa mendatang,” ucapnya dengan penuh harap.

Workshop ini juga diisi oleh narasumber dari berbagai bidang, termasuk Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Dokter Spesialis Obgyn dari POGI Cabang Jambi (dr. Zul Andriahta, Sp.OG), dan Dosen FKIK Universitas Jambi (Dr. Ummi Kalsum, SKM, MKM), yang memberikan materi terkait strategi dan kebijakan dalam pelayanan KB Pasca Persalinan.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan upaya BKKBN Jambi dalam menurunkan angka stunting melalui peningkatan kesertaan KB Pasca Persalinan dapat semakin optimal dan mencapai target yang diinginkan.(*)





Artikel Rekomendasi