JAMBERITA.COM - Progres pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino disebut akan selesai tahun 2024 ini. Namun, untuk ruas jalan tol dari Jambi - Rengat Riau masih terkendala dengan permasalahan pembebasan lahan yang belum diselesaikan.
Untuk itu, DPRD Provinsi Jambi meminta pihak pihak terkait (tim terpadu) segera melakukan percepatan, sudah sejauh mana penyelesaian pembebasan lahan di Batas Jambi Rengat.
"DPRD meminta agar ada percepatan untuk pembangunan ruas Jambi Rengat yang masih terkendala masalah lahan dalam kawasan hutan," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faisal Riza kepada jamberita.com.
Sebelumnya, Waka Komisi III DPRD Provinsi Ivan Wirata juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Riau, salah satunya ingin mengetahui perkembangan Jalan Tol. Sebab sejauh ini pihaknya di DPRD belum mengetahui secara detail kendala nya apa saja.
"Karena kita kan nggak tahu ni perkembangan Rengat Sengeti, artinya pembebasan itu banyak kendala, umpamanya di Riau ada hutan lindung, nah itu bagaimana langkah tim terpadu nya, mulai dari BPN, PUPR, BPJN sudah tu kapan pembangunan nya itu," tegasnya waktu lalu via telfon WhatsApp nya.
Selanjutnya kata Ivan dari hasil perkembangannya itu pula bahwa adanya rencana merevisi dokumen perencanaan untuk melakukan pembebasan lahan. Misalnya ruas jalan yang akan melintasi hutan lindung itu diberi warna garis hijau lalu di putihkan.
"Baru soal ganti rugi nya, makanya dengan studi banding ini saya katakan ke kawan kawan di Komisi III untuk supaya kita di Jambi memanggil pihak BPJN, BPN khusus penanganan jalan tol, sampai mana perkembangan nya. Lalu dari batas Riau ke Jambi itu sudah seperti apa, gitu," tegasnya.
Begitu juga dengan terkait dengan jembatan Batanghari III atau jembatan yang akan melewati Sengeti, Kerunggung Rantau Majo itu sampai saat ini kata Ivan, DPRD Provinsi Jambi belum mendapat informasi termasuk persoalan anggarannya.
"Yang jelas itu belum tahu sama sekali, apakah sudah dalam dokumen perencanaan, dan siapa yang buat, nah kalau itu tidak ada kepastian, artinya itu dari Sebapo-Sp Sungai Duren tidak akan tersambung," jelasnya.(afm)
Mahasiswa Kehutanan UNJA Edukasi Pelajar SMPN 24 Jambi Tentang Konservasi Orang Utan
Mahasiswa UNJA Bedah Potensi Ekowisata Kehutanan ke Siswa SMPN 11 Jambi
Mahasiswa Kehutanan UNJA Kenalkan 'Hutan Ajaib di Tepi Laut' ke Siswa SMPN 17 Kota Jambi
Warga Pasir Panjang Sekoja Doakan H Abdul Rahman Jadi Walikota Jambi
Hadiri Undangan di Penyengat Rendah, H Abdul Rahman Puji Warga Pertahankan Tradisi Makan Bernampan


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



