Bulog Kanwil Jambi Gelontorkan Puluhan Ton Beras SPHP ke 2 Pasar Tradisional di Kota Jambi



Kamis, 22 Februari 2024 - 12:31:06 WIB



JAMBERITA.COM- Sejumlah masyarakat Jambi kini beralih mengkonsumsi beras program Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) dari beras pada umumnya. Beras SPHP ini merupakan beras yang digelontorkan Bulog.

Warga menyebutnya alasan mereka beralih mengkonsumsi beras SPHP selain harganya murah, kualitas beras ini juga termasuk premium dan cocok di lidah masyarakat Jambi.

Maka dari itu, dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras, Bulog Jambi menggelontorkan beras SPHP sebanyak 150 ton tiap hari ke seluruh wilayah Provinsi Jambi.

"Kita rutin menyalurkan mulai Januari-Februari ini. Sebesar 150 ton untuk seluruh wilayah Provinsi Jambi. Kalau untuk Kota Jambi saja 70 ton lebih khusus ke Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari. 

Dengan jumlah stok yang banyak ini, Ali meminta masyarakat untuk tidak khawatir akan ketersediaan beras SPHP.

"Setiap hari kita sediakan di pasar dan digudang. Kita juga berencana akan mendistribusikan ke ritel modern. Kita pasok juga beras SPHP 5 kg itu. Sehingga kebutuhan masyarakar bisa terpenuhi," jelasnya.

Ali menyebutkan bahwa beras Bulog ini sebagai penyeimbang di pasar. Tetap saja beras-beras lokal yang lain juga ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Cadangan beras pemerintah itu termasuk beras SPHP, bantuan pangan, bencana alam dan penyaluran instansi terkait. Saat ini stoknya bisa mencapai 20 ribu ton,” tuturnya.

Sementara itu, Tati seorang ibu rumah tangga yang juga pemilik kantin rumah makan mengaku sangat terbantu dengan beras SPHP ini.

"Harganya lebih murah dari pada beras pada umumnya, dan juga berasnya bagus, tidak keras serta orang-orang suka juga. Jadi saya pilih dan sering beli la beras SPHP ini," ucapnya.

Diakui Tati dirinya juga cemas dan khawatir jikalau stok beras SPHP ini kosong. "Khawatir la, tapi semoga jangan sampai kosong," (Tna)





Artikel Rekomendasi