BKKBN Provinsi Jambi Sosialisasikan 7 Dimensi Lansia Tangguh



Senin, 19 Februari 2024 - 16:50:55 WIB



JAMBERITA.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi Sosialisasikan 7 dimensi lansia tangguh melalui praktik baik penyelenggaraan sekolah lansia tangguh, orientasi pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia, dan penguatan satyagatra di balai penyuluh, berlangsung di Ratu Hotel, Senin. (19/2/24).

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno mengatakan berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) persentase penduduk lanjut usia (Lansia) pada tahun 2023 di Provinsi Jambi mencapai 10,80 persen. Dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Kerinci yaitu sebesar 16,08 persen dari total penduduk usia 60 tahun se-Provinsi Jambi. 

Angka ini meningkat sebesar 0,4 persen dibandingkan dengan tahun 2022 dan akan diperkirakan masih terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Terlebih pada tahun 2045 jumlah lansia di Indonesia akan mencapai seperlima dari total penduduk Indonesia.

"Pertumbuhan penduduk lansia di Indonesia berbanding terbalik dengan pertumbuhan balita yang semakin menurun. Kondisi ini terjadi seiring dengan kemajuan di bidang kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kematian, dan hal ini dapat menjadi potensi untuk pembangunan," katanya.

Kata Putut, penduduk lansia yang berusia 60 tahun ke atas sering kali menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari masalah finansial, kesehatan, tekanan mental, depresi, ketidaknyamanan berkomunikasi dan bersosialisasi, serta mrisis kepercayaan diri dan lain sebagainya.

"Oleh karena itu BKKBN menyelenggarakan program untuk peningkatan kualitas kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang berkualitas dan mandiri, diantaranya melalui penguatan materi 7 dimensi lansia tangguh pendampingan perawatan jangka panjang bagi lansia, dan pelaksanaan sekolah lansia tangguh (SELANTANG) yang berada dalam wadah Kelompok BKL atau disingkat SELANTANG-BKL," jelasnya.

Selain itu sesuai dengan Peraturan Kepala BKKBN RI Nomor 15 Tahun 2023 dimana didalam peraturan tersebut menyebutkan bahwa BKKBN juga menghadirkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (SATYAGATRA) yang merupakan wadah kegiatan terpadu yang meliputi layanan informasi, konsultasi, dan konseling yang paling mudah di akses oleh masyarakat bahkan sampai ditingkat kecamatan.

Diakhir sambutannya, Kaper BKKBN Provinsi Jambi ini berharap kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini juga dapat memberikan pengaruh dan manfaat bagi orang banyak.

"Dengan harapan semoga kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi seluruh pengelola program pembangunan keluarga di lapangan, dapat dijadikan wadah sharing knowledge antar peserta dan narasumber atau antar sesama peserta sehingga nantinya bisa diimpelemtasikan di wilayah masing-masing untuk mencapai target kinerja yang telah diberikan," pungkasnya. (Tna)





Artikel Rekomendasi