Warga Perumahan Bougenville Curhat di Medsos Soal Dugaan Intimidasi Ketua RT, Ini Tanggapan Polisi



Senin, 19 Februari 2024 - 14:42:57 WIB



JAMBERITA.COM- Viral di Media Sosial (Medsos) curhatan warga di Perumahan Bougenville, RT28, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi diduga diintimidasi oleh ketua RT. 

Kejadian ini pun viral di media sosial (medsos) akun Instagram @peristiwa_sekitar_jambi.

Dalam akun tersebut pun bertuliskan "minta tolong kepada pihak yang berwenang mulai dari KPU, Bawaslu, Polisi, Gubernur, Walikota, Camat Alambarajo, Lurah Kenali Besar tolong ditindak Ketua RT28, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo perumahan Bougenvile yang bernama Adi Rahadyan".

Selain itu juga dalam unggahan tersebut juga bertuliskan, "kami meraso resah mulai dari pencoblosan kemaren, warga yang tidak memilih Caleg DPRD Provinsi dan DPRD Kota Jambi yang ditentukan sama pak RT tersebut di intimidasi secara langsung", bentuk intimidasi yaitu:

1. Didatangi rumahnya dimaki- maki dan dimarahin karena tidak memilih Caleg yang sudah dibilang pak RT

2. Akan mengembalikan uang sumbangan kematian, dan dikatakan bukan warga RT28, sehingga kalau ada yang meninggal di rumah tersebut disuruh urus sendiri tanpa bantuan RT

3. Dikeluarkan dari grup wa perumahan dan dianggap bukan warga Bougenville. bayangkan saja, nenek usia 60 tahunan didatangi kerumah dimarahin dan dicarut- carutin hanya karena tidak memilih apa yang disuruh.

Dalam hal ini, Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi angkat bicara mengenai dugaan intimidasi yang dilakukan oleh ketua RT 28 Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi terhadap warga komplek perumahan Bougenvile. 

Kata Eko, memang ada indikasi namun tadi malam sudah dilakukan pertemuan antar kedua pihak dan pertemuan akan dilanjutkan pada sore hari ini. "Nanti jam 4 sore ada pertemuan, mudah-mudahan ada hasilnya," kata Kapolresta Jambi kepada awak media, Senin (19/2/24).

Namun dijelaskan Eko, jika kejadian tersebut benar terjadi adanya maka itu sudah masuk pidana, namun sampai hari ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah ada intimidasi yang dilakukan oleh pihak yang disebutkan itu.

"Kita belum bisa menyimpulkan,ada atau tidak intimidasi yang dilakukan oleh pihak ketua RT terhadap warga," sebutnya.

Eko menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan polisi mengenai kejadian tersebut, namun pihaknya terus melakukan monitor.

"Belum ada, namun tadi malam sudah ketemu. Sudah ada omongan, ada pembicaraan mengenai hal tersebut," pungkasnya. (Tna)





Artikel Rekomendasi