Datang ke Jambi, Zulhas Lepas Ekspor Biji Pinang ke Bangladesh



Sabtu, 23 September 2023 - 22:16:33 WIB



JAMBERITA.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Zulkifli Hasan atau sapaan akrabnya Zulhas lepas ekspor komoditas biji pinang asal Jambi ke Bangladesh, adapun berat biji pinang tersebut sebanyak 18 ton.

"Jambi dengan komoditas andalannya memiliki peranan yang besar untuk ekspor," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat pelepasan ekspor komoditas asal Jambi di Pelabuha Talang Duku Jambi, Sabtu. (23/9/23).

Adapun nilai ekspor komoditas biji pinang ke Bangladesh ini ini mencapai USD 16.970. 

Selain biji pinang, Mendag juga melepas ekspor beberapa komoditas lainnya asal Jambi yaitu produk karet dengan jumlah 80 pallet atau lima container yang bernilai USD80 ribu dengan negara tujuan Meksiko.

Selain itu, Provinsi Jambi juga mengekspor kopra kering dengan jumlah 24.300 ton ke Pakistan, dan ekspor ijuk kelapa sejumlah 26 ton ke India.

Dalam kesempatan itu, Mendag juga menegaskan bahwa ekspor mengalami surplus berturut-turut selama 40 bulan. Pada 2022 nilai ekspor surplus hampir Rp900 triliun.

Katanya, Provinsi Jambi, memiliki peranan yang besar untuk nilai ekspor yang berasal dari beberapa komoditas andalan Jambi seperti pinang, kayu manis, cengkeh,kopi dan lain-lain.

Meski begitu, kata dia, tantangan juga dihadapi oleh Indonesia untuk ekspor pinang ke India. Sebab, India memiliki proteksi yang kuat untuk melindungi petani pinang di negaranya. Sehingga masih sulit untuk mengekspor pinang Indonesia ke negara tersebut.

"Selain karet dan kelapa, pinang juga merupakan produk unggulan Indonesia di pasar Internasional. Indonesia produsen ke 5 dunia dengan total produksi mencapai 215.000 metrik ton pada tahun 2021," tuturnya.

Disisi lain, dirinya menyebutkan ada 14 Provinsi yang memiliki area yang baik untuk tanaman pinang salah satunya yaitu Jambi, Sumatera Utara, Aceh dengan total luas area di Indonesia mencapai 152 ribu Ha.

"Provinsi Jambi menjadi sentra produksi pinang yang menyumbang hampir 40 persen produksi nasional," pungkasnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi