JAMBERITA.COM- Asosiasi Transportir Jambi (ATJ) mencatat ada sekitar 9.800 angkutan batu bara yang beroperasi dan terdaftar di aplikasi Simpang Bara. Ketua ATJ, Karyadi menjelaskan aplikasi Simpang Bara ini dibuat oleh Sekretaris ATJ, yang dimana menurutnya melalui aplikasi ini bisa memudahkan untuk mengetahui data angkutan batu bara yang beroperasi, baik pemilik, nomor kendaraan, serta dari mana batu bara diangkut.
Sementara itu, kata Karyadi ada sekitar 500 anggota Satgas ATJ yang siap diturunkan lagi ke lapangan, jika perusahaan-perusahan batu bara menjalankan komitmennya.
500 orang itu, akan berjaga mulai dari Sarolangun hingga Muaro Jambi. Mereka merupakan warga dari 50 desa di sepanjang jalur lintasan angkutan batu bara.“Masing-masing 10 orang per desa. Kalau nanti sudah ada biaya, akan kita turunkan, meskipun sistem shift,” katanya.
Seperti yang diketahui sejak beberapa hari ini, ATJ telah menarik anggota Satgas dari lapangan karena kecewa akan sikap dari perusahaan batu bara yang tak penuhi komitmen. (Tna)
Semangat HUT ke-81 RI, Bupati Fadhil Arief Komitmen Selaraskan Pembangunan dengan Arahan Pusat
Akademisi UNJA Soroti Layanan PDAM Muaro Jambi, Terlebih di Unit Mendalo : Bupati, Evaluasi Total
Dosen UNJA Latih KWT Legok Sulap Jamur Tiram Jadi Bakso Bernilai Ekonomi
Kecewa, Perusahaan Batubara Tak Komitmen, ATJ Tarik Mundur Satgas Dari Jalan
Dukungan ke Prabowo Mengalir, SAH Minta Kader Gerindra Luruskan Niat Bangun Indonesia Raya
Hery Susanto: Kualitas Pengawasan Ombudsman Harus Ditingkatkan
Gubernur Al Haris Gelar 'Gebyar Majardika' 10.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Gentala Arasy


