JAMBERITA.COM - Pembina Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia (POPTI) Provindi Jambi Ratu Munawaroh duduk bersama dengan pengurus beserta berdiskusi bersama Ketua POPTI Indonesia Ruswandi, Jum'at (21/7/2023).
"Kita berdiskusi menyangkut dengan penanganan penangan terhadap penyandang Thalassemia, terutama di Jambi ya, kalau bisa dalam penanganan nya jangan ada yang nama nya perbedaan perbedaan," katanya, juga tampak hadir pihak dari RS Swasta di Jambi.
Selanjutnya, Ketua POPTI Pusat Ruswandi mengungkapkan bahwa jumlah penyandang Thalassemia di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Jambi sebanyak 12.155."Itu yang tahun 2022, 2023 kan sebentar lagi, itu termasuk Jambi di kita ada 72 pasien, ternyata hari ini sudah 87 pasien yang ada di Provinsi Jambi," ungkapnya.
Ruswandi berharap penanganan bagi pasien penyandang Thalassemia di setiap daerah itu harus sama dan jangan ada perbedaan dengan pasien lainnya."Kan kadang kadang setiap daerah lain lain, padahal penyakitnya sama, maksudnya tadi ada tranfusi harus 9, disini kok nggak bisa 9 kenapa, 9 lebih aja nggak boleh. Padahal sudah bisa, kenapa begitu lho, kan aturannya sudah ada," tuturnya.
Menurut Pendiri Yayasan POPTI ini juga berdasarkan aturan jika HB penyadang pasien 9 sampai dengan 10,3 itu sudah bisa di transfusi."Nah kalau HB nya 11, suruh pulang, jadi minimal 9, kenapa 9?, itu tumbuh kembang nya si anak akan bagus, karena oksigen nya masih cukup. Kalau kurang, otomatis kerja organ tubuh semakin berat, cepat rusak, nah maka tranfusi lah pada HB 9," pintanya.
Sejauh ini, Ruswandi menyampaikan dari jumlah pasien Penyadang Thalassemia itu penanganan nya di bagi pada 12 Rumah Sakit, seharusnya tidak seperti itu."Tapi maaf, mungkin pada waktu itu nggak ada jalan lain ya, jadi akhirnya jumlah yang ada di bagi sekian rumah sakit, ada 3 pasien ada yang 4 pasien dan ada yang 6 pasien. Sebetulnya nggak begitu, karena kasian rumah sakit nya juga, fokus nya nggak 100 persen, karena jumlah nya sedikit," ungkapnya.
Kedua, Menurut Pendiri POPTI ini, bilamana penanganan pasien Thalassemia dibagi ke berapa rumah sakit juga menjadi persoalan, karena membuat repot organisasi sendiri."Kalau menurut saya, alangkah baik nya rumah sakit nya itu dua atau tiga lah, supaya fokus jadi penanganan nya jauh lebih bagus, dan pasien harus berada di ruangan tersendiri tidak boleh di campur, karena kenapa, rumah sakit itu merupakan rumah kedua bagi pasien Thalassemia dan orang tua nya," tegasnya.
Ruswandi juga mengatakan penanganan pasien Thalassemia diakomodir oleh BPJS Kesehatan, bahkan pengguna nomor 5 terbesar di Indonesia."BPJS sudah bagus, kalau nggak ada BPJS malah kita yang pusing. Untuk itu, pertama kita akan memperbaiki penanganan untuk menjadi lebih baik, kedua yang lebih penting lagi yaitu program pencegahan dengan dilakukannya sosialisasi oleh para ahli, pengurus dan para dokter mengenai Thalassemia," jelasnya.
Ruswandi juga berharap kepada pengurus POPTI Jambi yang baru baru ini dikukuhkan untuk melakukan pencegahan dini dengan cara mengandeng Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mensosialisakan adanya Thalassemia di Jambi." Saya berharap Pemda mengetahui bahwa di daerah nya ada Thalassemia, pengurus wajib menemui ntah itu Gubernur, Walikota dan Bupati agar mereka tahu, supaya bisa ayo sama sama cegah dengan membuat program Promosi Kesehatan," tegasnya.
Ruswandi mengatakan POPTI sebagai organisasi kemanusiaan tentu punya keterbatasan untuk melakukan hal tersebut, melainkan harus mengandeng Pemda, kalau Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah pasti, karena POPTI pasti dibawa Dinkes."Promkes kita belum ada, kalau organisasi tangan kita cuma dua, jadi yang tertinggi harus tahu. Kalau Pemerintah kan banyak tangan nya, dari Gubernur sampai ke RT/RW. Kita ngak bisa dan biaya, nah Pemerintah lah yang menganggarkan itu supaya masyarakat mengenal apa itu Thalassemia," pungkasnya.(afm)
Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Analis Hukum hingga Anggota PAW Majelis Pengawas Notaris
Pelantikan DPC HKTI se-Provinsi Jambi Sukses Digelar, SAH Sukses Konsolidasi Petani Daerah
Wabup Katamso Hadiri Pelantikan DPD HKTI, Wamentan Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Waduh, Sponsor Kejurnas FPTI di Jambi Dibatalkan, Cecep : Kita Boikot Produk Suzuki
Kasus Perkelahian Antara Mertua dan Menantu di Batanghari Dihentikan
LSM 9 Heran Provinsi Jambi Defisit Rp400 M Lebih, Sebut Gubernur Tak Mampu Bina Kabinet nya


Hesti Perkuat Keperdulian Sosial Via Pojok Berkah TP PKK Provinsi Jambi



