JAMBERITA.COM- UIN STS Jambi melalui Pusat Kajian Disabilitas (PKD) UIN menyelenggarakan tes wawancara masuk jalur penerimaan difabel pada hari Kamis (06/07/23) di perpustakaan utama UIN STS Jambi. Tahun ini, calon mahasiswa baru yang mendaftar melalui jalur difabel ada 4 (empat) orang, yakni Amanda (low vision), Neval (totally blind), Dea (tuli) dan Putri (tuli). Semua calon mahasiswa merupakan alumni SLBN Sri Soedewi Jambi.
Saat diwawancarai, calon mahasiswa difabel memiliki minat dalam memilih jurusan seperti Putri mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan, Amanda mengambil jurusan Sistem Informasi, Dea mengambil jurusan Ilmu Perpustakaan, dan Neval mengambil jurusan Sistem Informasi. Pada saat pelaksanaan tes wawancara, peserta tes didampingi oleh wali.
Selain itu, turut hadir Ika Noor Hidayati, S.Pd. selaku guru dari SLBN Sri Soedewi sekaligus volunteer PKD yang banyak berperan dalam proses pendampingan.
Dalam rangkaian tes wawancara, peserta diuji oleh ketua Pusat Kajian Disabilitas (PKD) UIN STS Jambi, Dr. H.M. Syahran Jailani, M.Pd. Sebelum pelaksanaan tes, peserta dan wali sebagai pendamping diberikan arahan seputar teknis tes dan memperkenalkan kehidupan dunia kampus. Ketua PKD pada kesempatan ini didampingi oleh tim PKD lainnya, Fiqi Nurmanda Sari, M.Pd dan Maimunah Permata Hati Hasibuan, M.Si. Dalam arahannya, Syahran mengatakan bahwa PKD siap mendampingi dan mengarahkan para calon mahasiswa difabel, “Yang penting anak-anak difabel harus bisa mendapatkan pendidikan hingga level sarjana, jangan hanya sebatas SMA saja. Sebab, sekarang banyak peluang kerja bagi difabel karena dalam Undang-Undang No. 8 tahun 2016 telah diatur tentang hak pekerja disabilitas.
Untuk instansi pemerintahan wajib membuka peluang kerja 2% formasi bagi difabel, sedangkan untuk swasta 1%”, ujar Syahran. Beliau juga mengatakan bahwa UIN STS Jambi di tahun 2022 mendapat predikat sebagai kampus ramah difabel pada perankingan UNESA Dimetric menduduki posisi ke-13 dari 125 perguruan tinggi seluruh dunia. Setelah memberikan arahan diawal pembukaan, selanjutnya sesi tes wawancara.
Tes wawancara ini bermaksud untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan tentang minat mereka terhadap jurusan yang dipilih kemudian motivasi mereka dan komitmen para calon mahasiswa difabel. Salah satu calon mahasiswa tuli difabel, Putri.
Dia memilih jurusan ilmu pemerintah, dengan menggunakan bahasa isyarat dia menjelaskan berminat mengambil jurusan tersebut karena ingin bekerja di birokrasi pemerintahan dan nantinya bisa memotivasi para difabel bahwa kekurangan bukan berarti terbatas dalam berekspresi dan mewujudkan cita-cita.
Pada tes wawancara ini, ada hal yang menarik dari salah satu calon mahasiswa tuli difabel, yakni Dea. Dea yang saat itu didampingi oleh ibunya, Rosdiana Silaban merupakan nonmuslim.
Saat dikonfirmasi, beliau mengetahui UIN STS Jambi menerima jalur penerimaan calon mahasiswa difabel dari sekolah Dea (SLBN Sri Soedewi). Awalnya, beliau ragu karena UIN STS Jambi adalah kampus Islam, namun Gultom (Guru SLB Dea) mengatakan UIN STS Jambi saat ini sudah membuka kesempatan bergabung dari berbagai kalangan. Hal ini senada dengan visi dari Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi, M.A, Ph.D. bahwa UIN STS Jambi merupakan kampus Lokomotif Perubahan Sosial Unggul Nasional Menuju Internasional dengan Semangat Moderasi dan Entrepreneurship Islam.
Keberadaan Dea merupakan salah satu wujud dari visi semangat moderasi karena UIN terbuka bagi semua agama tanpa membedakan hak dan kewajiban. Dea dan Ibunya juga bersedia apabila dalam proses perkuliahan Dea harus mematuhi aturan berpakaian di lingkungan kampus untuk menutup aurat. Dari PKD menjelaskan bahwa Dea jangan merasa minder karena minoritas dan memiliki keterbatasan, tetapi harus tetap optimis dan percaya diri untuk meraih masa depan.(*)
Politik Keumatan Gerindra, SAH Serukan Jihad Melawan Kemiskinan
Kejari Tebo Tetapkan Satu Tersangka Kasus Korupsi Jalan Simpang Logpon dan Padang Lamo-Tanjung
Harga Komoditi Pinang, Karet dan Sawit di Jambi Anjlok, Ini Penyebabnya
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



