JAMBERITA.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menyatakan bahwa capaian KB pria di Jambi sangat rendah.
"Kalau tidak salah tahun lalu hanya satu orang, namun untuk diawal tahun ini (2023-read) masih kosong," kata Pokja Data dan Informasi BKKBN, Insyah Yulikah. Kamis (30/3/23).
Insyah Yulikah yang sering dipanggil Iin mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa KB pria itu rendah seperti kurangnya pengetahuan, ada juga faktor kegagalan walaupun tidak banyak tapi kadang berita kegagalan ini membuat masyarakat terpengaruh sehingga tidak ingin ikut ber KB.
"Belum ada pengetahuan dari para Akseptor (peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat atau obat kontrasepsi). Padahal KB pria lebih efektif dari pada KB wanita," sebutnya.
Negara juga memberikan fasilitas kepada masyarakat yang ingin melakukan KB, dalam arti lain gratis tanpa biaya.
"Untuk biaya medisnya di tanggung oleh negara tapi anggarannya melalui dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana ( BOKB), yang ada di Kabupaten/Kota tidak di Provinsi," jelasnya
Bahkan kata Iin, mereka (pria-read) yang melakukan KB akan diberikan uang pesangon, uang tersebut diberikan sebagai bentuk tunjangan karena ketika mereka melakukan operasi, tiga hari masih istirahat dan tidak melakukan aktivitas diluar rumah.
"Kalau tidak salah, sehari ini Rp 150 ribu per orang," tambahnya.
Disisi lain BKKBN Provinsi Jambi terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terutama kepada stakeholder seperti tokoh agama terkait pemahaman KB.
"Kita terus memberikan informasi bahwa KB pria itu tidak bertentangan dengan agama," pungkasnya. (Tna)
Transaksi Pasar Murah Ramadan TP PKK Provinsi Jambi Tembus Ratusan Juta
Ratusan Guru Honorer Datangi Kantor DPRD Provinsi Jambi, Ini Tuntutannya
SAH Berharap Dengan Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia Bisa Bangkit Lebih Kuat


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



