Oknum Pengusaha Batubara di Jambi Dilaporkan ke Polisi, Pengacara Ancam Lapor ke Mabes Polri



Senin, 19 September 2022 - 11:46:16 WIB



Tangkap Layar Aksi Dugaan Pengerusakan Terekam CCTV.
Tangkap Layar Aksi Dugaan Pengerusakan Terekam CCTV.

JAMBERITA.COM - Seorang oknum pengusaha Batubara dan Split di Jambi dilaporkan karena diduga melakukan pengerusakan serta pencurian terhadap adik kandung nya sendiri yakni Hendry Gunawan Als Kim Hen pemilik bengkel dan Direktur CV Sumatra Nusantara Abadi bergerak di bidang alat berat.

Kim Hen menjelaskan, peristiwa pertama terjadi pada Mei 2022 pelaku mendadak datang dan masuk ke kantor dengan membuka pintu, tampa basa basi langsung menendang meja, ambil besi As Roda di gudang kemudian masuk lagi ke ruang kantor, merusak dengan cara memukul 4 meja kerja.

"Kedua Juni 2022, dia datang lagi duduk dikantor dan memanggil saya turun untuk menemui dia, saya gak mau turun karena dia sudah menyiapkan besi , saya lihat di CCTV," ungkapnya, kejadian di Jalan Pangeran Diponegoro Kelurahan Sutanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Senin (19/9/2022).

Kim Hen mengatakan bahwa sesungguhnya pelaku adalah saudara kandungnya. Tidak puas melakukan pengerusakan pencurian, lalu 24 Agustus 2022 kembali datang dengan memarkirkan truk Batubara berwarna merah/10 ban, ke teras rumah sekaligus kantor Han Bengkel Jaya.

"Alasan (motif-red) dia, saya mengusir dia dari rumah, masalah pembagian warisan, padahal masalah pembagian ini sudah ada upaya mediator, tapi dia nggak mau, dia mau cara china (adat Tiongkok-red), saya maunya bagi rata, termasuk saudara perempuan juga dapat. Kita ada tiga saudara, yang pertama perempuan, pelaku nomor dua dan saya bungsu," tuturnya.

Karena dinilai tidak bisa diselesaikan secara mediasi dan kekeluargaan, sehingga persolan ini sudah dibawa ke ranah hukum dengan tiga laporan polisi ke Polresta Jambi. Sementara ini sedang proses, namun pelaku diduga tidak sabar sehingga melakukan tindakan konyol dan brutal. "Sudah saya lapor ke polisi, kata pengecara saya sudah TSK untuk kasus pengerusakan dan pencurinya," ujarnya.

Menurut Kim Hen, akibat pengerusakan itu kaca meja kantor rusak, dengan perkiraan kerugian materi kurang lebih puluhan juta. Sedangkan dugaan pencurian itu sekitar ratusan juta, karena yang diduga diambil itu computers dan excavator, ECU, monitor, soket alat excavator, itu yang buka mekanik panggilan dan juga bawa 8 orang preman, termasuk mobil Innova di ambil, sama trailer juga di ambil," bebernya.

Untuk itu, Kim Hen berharap kepolisian dapat memproses laporan dengan sesuai hukum yang berlaku, karena Ia khawatir kejadian sama terulang lagi. Sebab, di lantai dasar adalah kantor tempat bekerja, dan Kim Hen bersama keluarga tinggal di lantai dua.

"Kita akan menanyakan ke Polresta, sejauh mana kasus ini ditangani melalui pengecara, menurut nya sudah TSK, artinya layak sudah ditahan, tapi belum ditahan, sementara kita khawatir akan ada kejadian lagi, dia sempat ngancam, silahkan lapor polisi, mau nya dia kami keluar dari rumah, sedangkan ini masih dalam proses hukum," bebernya dengan menunjukkan beberapa lembar LP kepada awak media.

Selanjutnya Pengecara Kim Hen, Nelson Freddy berharap kasus ini segera ditangani oleh pihak kepolisian."Kita lagi siapkan laporan ke Mabes Polri juga, untuk memantau kasus ini, dan segera menahan pelaku," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi