ICoLA 2026, FH UNJA Hadirkan Pakar Internasional



Senin, 26 Oktober 2026 - 01:11:51 WIB



Foto : Konferensi internasional “Strengthening Legal Systems for Sustainable Development amid Global Uncertainty”
Foto : Konferensi internasional “Strengthening Legal Systems for Sustainable Development amid Global Uncertainty”

JAMBERITA.COM - Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) kembali menggelar 2nd International Conference on Legal Advancement (ICoLA) 2026 sebagai forum pertukaran gagasan mengenai penguatan sistem hukum dan pembangunan berkelanjutan. Mengusung tema “Strengthening Legal Systems for Sustainable Development amid Global Uncertainty”, konferensi ini berlangsung secara hybrid di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo, Kamis (22/10/2026).

ICoLA 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi hukum, dan pemangku kebijakan untuk mendiskusikan tantangan hukum di tengah ketidakpastian global. Forum ini juga menjadi ruang untuk membahas bagaimana sistem hukum dapat menyesuaikan diri dengan perubahan politik, perkembangan teknologi, serta persoalan lingkungan.

Pembukaan konferensi dihadiri Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., Dekan FH UNJA, Prof. Dr. Hartati, S.H., M.H., Ketua Pelaksana ICoLA 2026, Dr. Mochammad Farisi, S.H., LL.M., Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Muktamar Hamdi, S.E., M.M., jajaran Wakil Dekan, Forkopimda, serta dosen dan mahasiswa FH UNJA.

Konferensi menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri yang terbagi dalam dua panel dengan moderator Dr. Arrie Budiarti. Panel pertama menghadirkan Prof. Tibor Tajti, LL.B., LL.M., SJD (Ph.D.), dari Central European University, Austria, dan Dr. (Cand.) M. Rapik, M.Fil.I., M.H., dari UNJA. Sementara itu, panel kedua diisi Prof. Vicha Mahakun dari Rangsit University, Thailand, yang mengikuti kegiatan secara daring, serta Benny Saputra, S.H., LL.M., SJD (Ph.D.), kandidat doktor di Central European University, Austria.

Dalam sambutannya, Rektor UNJA Prof. Helmi menegaskan bahwa sistem hukum perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Menurutnya, hukum yang berkelanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui peraturan, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Pandangan tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pelaksanaan konferensi. Staf Ahli Gubernur Jambi, Muktamar Hamdi, berharap hasil diskusi dapat menghasilkan masukan yang konstruktif dan inovasi bagi pengembangan hukum, terutama dalam mendukung serta mengawal pembangunan di Provinsi Jambi.

Dekan FH UNJA Prof. Hartati menyampaikan bahwa perubahan kondisi global menuntut sistem hukum yang lebih responsif. Ketidakstabilan politik, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi menjadi sejumlah tantangan yang perlu dijawab melalui pendekatan hukum yang tepat dan adaptif.

Ia juga menilai konferensi internasional penting untuk memperluas wawasan akademik dan mempertemukan berbagai perspektif dari negara berbeda. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pemikiran dalam membangun sistem hukum yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

Ketua Pelaksana ICoLA 2026, Dr. Mochammad Farisi, turut berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring akademik serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan ilmu hukum. Kolaborasi tersebut diharapkan berkontribusi pada terbentuknya sistem hukum yang lebih kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Setelah sesi utama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan call for paper pada sore hari. Presentasi makalah peserta dilaksanakan di empat ruang paralel, terdiri atas satu ruang di auditorium dan tiga ruang di Lantai 2 Gedung UNIFAC. Selanjutnya, pada Jumat (23/10/2026), para delegasi dijadwalkan mengikuti city tour ke Candi Muaro Jambi dan sanggar batik.

Melalui penyelenggaraan ICoLA 2026, FH UNJA berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu hukum dan kerja sama internasional. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan serta rekomendasi yang dapat mendukung pembangunan sistem hukum yang adil, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan di tengah dinamika global.(Silvi)

Selengkapnya:www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi