Jadi Daerah Transit Pelaku Terorisme, Ketua FKPT Jambi Ajak Mahasiswa Unja Waspadai Radikalisme



Kamis, 08 September 2022 - 21:51:08 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi Prof Dr Asad Isma mengajak mahasiswa di Universitas Jambi untuk mewaspadai radikalisme dan terorisme.

Ini karena Jambi pernah menjadi tempat transit pelaku terorisme. Ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Perpres no.7 tahun 2021 tentang Rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di Aula Prof.Fuad Bafadhal FH UNJA.

Prof.As’ad Isma, Ketua FKPT Provinsi Jambi memaparkan seputar permasalahan intoleransi dan hoaxs yang muncul di masyakarat,

“Gerakan di kampus itu ada, tentunya kita harus mengantisipasinya, karena pandangan radikalisme telah menyebar diberbagai kalangan, peran identitas terbawa dalam tujuan radikalisme,”tuturnya.

Dibutuhkan peran dari semua pihak dalam mencegah paham radikalisme muncul di provinsi jambi, karena Jambi merupakan transit para terorisme. Polri beberapa kali menangkap terduga terorisme di provinsi jambi yang berbaur dengan masyarakat.

Acara ini sendiri dibuka oleh Wakil rektor bidang kemahasiswaan dan Alumni Dr.Ir.Teja Kaswari,M.Sc., didampingi Dekan FH Dr.Usman,S.H.,M.H. Kamis (8/9/22).

Dalam sambutannya Dr.Teja mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam mempertahankan negara ini, kampus harus bebas dari paham radikalisme dan terorisme,

“Kita selalu support kegiatan seperti ini, bagaimana ideologi pancasila harus tetap ada sesuai cita-cita pendiri NKRI,”ujar Dr.Teja

Dr.Teja berharap kehadiran narasumber dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa, tak dipungkiri kampus memiliki potensi untuk dimasuki kaum intoleransi dan radikalisme yang akan melahirkan paham terorisme.

Hadir sebagai narasumber Ketua FKPT provinsi jambi Prof.Dr.As’ad Isma,M.Pd., Kabinda Jambi Brigjen.Pol.Irawan David Syah, S.H., dengan moderator Mochammad Farisi,LLM.

Tujuh puluh mahasiswa perwakilan dari tujuh fakultas sangat antusias mendengarkan penjelasan narasumber dan berdiskusi langsung seputar paham intoleransi yang ingin memecah belah NKRI.

Sementara itu, kepala BIN Jambi yang diwakili Prastito menjelaskan pentingnya antisipasi penyebaran paham intoleran dan radikal dilingkungan kampus, Bagaimana doktrin diberikan secara perlahan pada mahasiswa.

“Ada beberapa Faktor penyebab radikal muncul yakni faktor pemikiran, ekonomi, politik, sosial, psikologis dan pendidikan,”tutur Prastito.

Radikalisme merupakan bentuk paham atau ideologi yang bertentangan dengan pancasila, salah satu cirinya adalah sering menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan kelompoknya.

Faktor pemikiran muncul keinginan untuk merubah sesuatu demi keuntungan kelompoknya, Faktor ekonomi biasanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Faktor Politik sekelompok orang merasa pemerintah tidak adil pada masyarakat, Faktor Sosial biasanya berpikiran sempit dan mudah percaya pada seseorang yang bisa merubah hidupnya, Faktor Psikologi muncul karena rasa benci dan dendam, Faktor Pendidikan yakni penyisipan dalam pelajaran.(*)



Artikel Rekomendasi