JAMBERITA.COM - RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi mengklaim bahwa persoalan hutang obat ke pihak perusahaan farmasi sebagian sudah dibayarkan. Namun tersisa hanya sekitar kurang lebih Rp10 Miliar (M).
Terkait dengan beredarnya informasi mengenai obat kosong itu pun di bantah oleh Kabag Umum RSUD Raden Mattaher Jambi Sofran. "Obat apa yg kosong, setahu sy SD malam ini terkendali, termasuk obat emergency, Ne sy baru update d grup RS," jawabnya melalui pesan WhatsApp, Jum'at (22/7/2022) malam ini.
Belum lama mencuat nya informasi ini, sehingga diinformasikan bahwa obat mendadak, datang sudah tersedia di rumah sakit pelat merah tersebut."Obat sudah tersedia semua. Sebagian dalam pengiriman ke RS. Jadi tidak ada masalah (dengan-red) obat itu," ujar sumber jamberita.com yang tidak ingin disebut namanya.(afm)
Nah, KUA-PPAS APBD 2027 Sudah Disepakati : Selisih Rp25 Miliar di Disdik dan PUTR Baru Terkuak
SAH Tegas Pertahanan Nasional Prioritas Presiden Prabowo Menjamin Keberlanjutan Pembangunan
FH Unja Edukasi 1.000 Lebih Pelajar SMAN 1 Muaro Jambi soal Kawasan Tanpa Rokok
RSUD Raden Mattaher Jambi Ungkap Hutang Obat Tinggal Rp10 Miliar
Kabag Umum RSUD Raden Mattaher Jambi Tanya Obat Apa yang Kosong : Setahu Saya Malam Ini Terkendali
Polda Jambi Sudah Koordinasi ke RS di Sungai Bahar, Jelang Autopsi Brigadir J, Kapolda : Kita Siap
Gubernur Al Haris Sampaikan Nota Keuangan Perubahan APBD 2026



