Jangan Mudah Tersinggung



Rabu, 12 Januari 2022 - 11:51:07 WIB



Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid*

 

 

Tersinggung adalah suatu sikap yang mana sikap tersebut kita sebagai manusia seolah-olah merasa bahwa kita adalah orang yang disakiti. Tersinggung yaitu berkaitan juga dengan sensitif terhadap suatu hal. Setiap orang pernah merasakan tersinggung akibat perbuatan orang lain terhadap dirinya. Misalnya kita mengatakan sesuatu kepada Si A tapi si B yang merasa. Hal ini tentu membuat kita bisa saja dijauhi oleh orang lain.

Tersinggung tentu memiliki sebab tersendiri dalam diri seseorang. Tersinggung berasal dari hati seseorang, karena orang yang sering mendalami kata-kata seseorang misalnya akan mudah tersinggung akibat dari mudahnya orang tersebut menerima perkataan orang lain dan langsung dimasukkan kedalam hatinya. Orang yang tersinggung ini biasanya memiliki hati yang sering iba, orang yang sering sedih bahkan orang yang sedang dilanda masalah.

Ketika kita dilanda masalah misalnya, tentu bisa saja membuat kita tersinggung karena suasana dari hati kita itu sendiri. Misalnya orang itu sedang sedih ditinggal pacar nya tentu bisa saja membuat orang itu sensitif terhadap apa yang dikatakan orang lain. Hal ini tentu saja disebabkan oleh pikiran orang itu tidak sinkron dengan apa yang bisa didengarnya. Padahal pada saat itu orang lain itu tidak mengarahkan pembicaraan terhadap nya tetapi dia hanya merasa saja dan tidak bisa memilah antara perkataan terhadap dirinya atau orang lain.

Kita hidup diatas dunia tentu ingin memiliki banyak pergaulan. Oleh karena itu ketika kita bergaul dengan orang lain kita tidak boleh mudah tersinggung. Bisa saja mengakibatkan orang hati-hati terhadap kita. Orang yang mudah tersinggung adalah orang yang selalu identik dengan perempuan, jangan sampai seseorang laki-laki dicap oleh orang lain sama dengan perempuan akibat dari pergaulan itu. Tentu laki-laki dalam pertemanan biasanya ketika udah saling kenal maka perkataan yang keluar dari mulut teman kita misalnya akan sembarangan. Kita harus menerima dengan lapang dada.

Cara yang paling ampuh untuk mengatasi mudah tersinggung adalah dengan sikap lapang dada, karena dengan sikap ini biasanya tidak memikirkan apa yang terjadi. Di zaman kekinian dinamakan bodo amat. Ketika hal ini dilakukan maka akan mengurangi masalah kita dengan orang lain. Orang yang mudah tersinggung biasanya bisa menyebabkan suatu masalah dengan orang lain. Bagaimana tidak ketika tersinggung orang itu bisa saja membuat pikiran kita terganggu apa kita meminta maaf kepada dia atau hal lainnya.

Orang yang mudah tersinggung tentu identik dengan marah karena orang tersinggung akan marah terhadap orang yang menyinggung tersebut. Ketika kita marah dengan orang lain, maka orang itu tentu tidak enak dipandang di mata kita. Maka bisa saja hubungan kita dengan orang itu akan putus. Ketika hal itu terjadi tentu kita tidak ada lagi interaksi dengan orang itu akan saling bermusushan antara satu dengan yang lainnya.

Ketika kita menanamkan sifat mudah tersinggung maka bisa saja membuat kita berkelahi dan bermusuhan. Orang yang sering bermusuhan tentu tidak bain untuk kehidupan. Hidup buka untuk mencari lawan, hanya hidup digunakan untuk mencari lawan. Lawan biasanya adalah orang yang berada di dekat kita. Jangan pernah kita mencari lawan dengan orang lain, karena sekarang memang kita akrab dengan dia, tapi suatu saat dia bisa menjadi lawan kita akibat sifat kita yang mudah tersinggung tersebut.

Untuk itu jangan pernah kita mudah tersinggung terhadap suatu hal. Banyak akibat yang diakibatkan oleh sifat tersinggung. Jagalah diri kita dan jangan pikirkan terlalu dalam sikap seseorang kepada kita, orang yang tersinggung biasanya hidupmu sempit, jangan pernah memandang orang dengan sensitif. Untuk itu bersikap bodo amat itu perlu, tapi ketika sikap itu dipikirkan dengan dengan matang apakah hal ini membuat kita tersinggung atau tidak.(*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek*



Artikel Rekomendasi