Oleh: Antony Z Abidin*
Bagi Golkar, fokus lobby-nya menyongsong pemilu 2024 yg akan berlangsung sebentar lagi, ke Ganjar atau Anis serta partai potensial berkoalisi.
Ridwan elektabilitasnya di bawah 3 besar: Prabowo, Anis dan Ganjar.
Peluang juga ada pada figur Ketum Partai Demokrat dan PKB. Sayangnya elektabilitas AHY atau Muhaimin juga masih rendah, di bawah 10%.
Masalahnya, dengan elektabilitas Airlangga yang masih di bawah 2%, agak sulit dijagokan utk calon presiden pemilu 2024.
Harus naik di atas 10%. Apakah bisa? Secara teori bisa! Karena Golkar adalah partai besar kedua. Bahkan pernah jadi pemenang pemilu 2004.
Jangan lupa, AH adalah tokoh kunci dalam pemerintahan Jokowi. Menko perekonomian, strategis.
Lebih strategis dari Erik Tohir, menteri yg juga tampak berambisi nyapres. Yang getol kampanye gratis di ATM.
Padahal baliho AH sdh bertebaran di seluruh pelosok tanah air. Tentu saja ini tidak gratis.
Jika sampai akhir 2021 atau pertengahan 2022 ga naik2 juga, bikin pesimis kader- kader di daerah.
Apa masalah utamanya? Karena faktor manajemen politik atau faktor figur?
Jika faktor manajemen politik, apa problem utamanya? Sudah adakah kajian/evaluasi yang serius dan objektif? Langkah strategis apakah yg perlu dilakukan Golkar?
Jika soal figur, ini juga perlu kajian serius.Sudah harys segera diputuskan 3 pilihan berikut oleh partai beringin rimbun ini:
(1) AH tetap didorong jadi calon presiden dengan terus memacu peningkatkan elektabilitasnya dalam tempo 24 bulan ke depan. Segera mendiagnosa problem mendasarnya. Mungkin perlu dokter “spesialis politik” utk memastikan diagnosa tepat dan resep yg muncer.
Dgn resep lama yg ga ampuh, diperbaiki oleh dokter ahli yg tepat, boleh jadi derajat elektabiltas bisa diperbaiki. Karena marginnya cukup tinggi, mungkin dosis perlu ditingkatkan.
(2) Pilihannya kedua: AH cukup Wapres saja, tapi harus menang. Airlangga jadi Wakil Presiden, seperi era JK.
Jangan sampai kalah dengan pasangan cukup tangguh: Prabowo-Puan.
(3). Tidak Dua2nya. Ga nyapres maupun cawapres. AH cukup jadi ketus DPR-RI 2024-2029 sembari memperkuat manajemen partai dan strategi komunikasi agar skor ketokohan/figur AH naik signifikan. Agar AH jadi bintang Pemilu 2029. Toh, usianya relatif muda.
Para senior dan kader “organik” partai Golkar paham kondisi dilematis ini.
Mereka berpedoman pada sejarah dan memiliki banyak pengalaman selama Golkar menjadi the rulling party di era Orba 3 dekade. Pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan stabilitas di jaga tertib. Bangsa tak terbelah.
Itulah mimpi para senior itu. Dan mungkin juga mimpi kita bersama. Dan harapan milenial yg gundah karena merasa akan terbebanihutang menggunung.(*)
Varian Omicron Mengungkap Kegagalan Dunia dalam Memutus Mata Rantai Pandemi
Mafia Tanah: Buruknya Birokrasi Hingga Bobroknya Penyelenggara Negara
Berdirinya Komunitas Peduli Tani Sebagai Media Katalisator Peningkatan Minat Bertani Generasi Muda


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


