Komitmen Penanganan Angkutan Batubara, Kapolda Jambi Minta Jam Operasional Diubah dari Pukul 21.00



Senin, 15 November 2021 - 22:14:54 WIB



JAMBERITA.COM - Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Jambi kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait solusi dalam permasalahan angkutan Batubara dan Isu strategi lainnya, Senin (15/11/2021).

Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengungkapkan, sebagaimana telah disampaikan Gubernur Jambi bahwa masalah ini sudah menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi.

Dari beberapa kejadian bersatunya transportasi batubara dengan kendaraan umum sehingga terjadi konflik sosial dan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan kerugian materiil maupun kerugian jiwa.

"Permasalahan batubara belum ada jalan khusus kemudian tidak ditaatinya aturan kapasitas angkut barang di mana sesuai dengan ketentuan kir yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub)," bebernya.

Bahwa truk yang bisa berjalan di jalan umum dengan kelas minimum kelas tiga, itu adalah berat dengan bobot 3.350 Kg atau 3,3 ton. Setelah dia membawa muatan maka bobotnya menjadi maksimal 7.500 Ton, jadi seharusnya muatan dari terhitung maksimal adalah 4.150 ton kg atau 4,15 ton.

Terkait itu, Kapolda Jambi mengatakan bahwa pihaknya sudah diskusi dengan beberapa supir yang parkir di Batanghari, mereka mengatakan, kalau dia bawa 4 ton itu tidak cukup untuk biaya operasional. Karena setiap tahunnya dia hanya mendapat Rp160.000.

"Kalau supir membawa 12 ton supir bisa memegang uang Rp2.000.000, kemudian kami juga meminta untuk ditertibkan administrasi perpajakan untuk keselamatan berlalulintas, baik kendaraan kita cek administrasinya kir-nya untuk pengemudi kita cek Surat Surat Izin Mengemudi nya dan barang barang yang diangkut," tegasnya.

Menurut Kapolda, penertiban administrasi pertambangan batubara ini akan meningkatkan pendapatan negara dan pendapatan daerah, tetapi juga harus memperhatikan bagaimana pelestarian lingkungan dan keselamatan kerja serta keselamatan berlalu lintas. "Jadi kami mohon kepada dinas ESDM yang tahun ini menerbitkan kuota sebanyak 15.606.000 Ton dan mungkin bertambah di Tahun 2022," ujarnya.

Menurut Kapolda Jambi, solusi yang mereka berikan yaitu pengaturan rute dan pengaturan jam operasional yang saat ini jam operasionalnya itu adalah jam 18.00 sampai jam 06.00 pagi."Kami mohon kalau seandainya memungkinkan karena jam 18.00 itu masih banyak orang pulang kantor/pasar masih ramai itu bisa diperkecil dari jam 21.00 sampai jam 06.00 pagi," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan, jumlah angkutan batubara kita yang cukup banyak jumlah anggotanya tidak di ikuti oleh jalan yang mendukung tentunya belum mumpuni sehingga ruas ini sangat rawan kecelakaan dan disatu sisi kata Haris, mereka juga tidak mungkin menolak investasi. 

Karena akan terjadinya pertumbuhan ekonomi bila kita urutan 2 di Sumatera setelah Bangka Belitung 6,1%, Jambi 5,91 dan kita lihat apa persoalannya, ternyata ini juga akibat tambang.

"Kita juga tidak bisa lepas dari sektor swasta, di satu sisi juga kita mesti mengatur dengan baik sehingga nantinya betul-betul ada sinkronisasi antara teman-teman pengusaha batubara dengan angkutan batubara, termasuk juga pengguna jalan dan yang di ruas jalan," terangnya.

Selanjutnya langkah-langkah konkrit nanti kata Al Haris bisa membuat suatu kebijakan yang mungkin gerak cepat dan tidak menimbulkan hal-hal yang mungkin merugikan semua pihak. Maka pada hari ini dirinya mengklaim sudah membuat langkah-langkah cepat. Diantaranya adalah membuat jalur sementara batubara ini di tempino, tapi ini tidak bisa serta-merta lancar karena masih banyak hal yang lain itu termasuk jalannya ada balai balai jalan.

"Untuk plan A plan B, tentu kita juga harus segera mungkin memastikan bahwa siapa calon yang akan membangun jalan batubara itu nantinya, ada 3 yaitu Pak Bambang, saya juga hadir satu lagi yang kita undang hari ini kita ingin lihat nanti memang bahwa prinsipnya begitu nanti jalan itu sudah dibangun gak jadi dibangun tinggal lagi," ujarnya.

Adapun hasil komitmen bersama pengendalian permasalahan angkutan Batubara tersebut yaitu pertama.

1. Jangka Pendek

a. Pengalihan rute angkutan ke jalur Muara Bulian - Tempino - Talang Duku

b. Perbaikan segera jalan rute Muara Bulian - Tempino - Talang Duku.

c. Penertiban konvoi muatan truk disesuaikan dengan ketentuan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jambi.

d. Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengaturan Pengangkutan Batubara dalam Provinsi Jambi.

e. Pengaturan kembali jam operasional untuk menghindari keramaian, khususnya jalur Mendalo.

f. Pemberantasan pungutan liar di jalan atau lokasi tambang.

g. Penyiapan kantong parkir untuk menunggu jam angkut yang diizinkan.

h. Penegakan hukum secara ketat terhadap ketentuan angkutan batubara.

i. Penyesuaian edaran tentang ketentuan pengangkutan batubara.

j. Pembatasan tonase kendaraan sesuai dengan ketentuan Dishub Provinsi Jambi dan penyesuaian biaya angkutan.

k. Perbaikan jembatan di Kabupaten Batanghari, Muara Tembesi. Dan,

2. Jangka Panjang

a. Pembangunan jalan khusus angkutan batubara oleh investor.

b. Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pengaturan Pengangkutan Batubara dalam Provinsi Jambi.

Kemudian pertemuan diakhiri dengan penandatangan komitmen bersama terkait hasil rapat Forkopimda Provinsi Jambi dan pertemuan Kapolda Jambi bersama Asosiasi sopir truk Batubara Kotura di ruang transit Rumah Dinas Provinsi Jambi.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Kasrem 042/Gapu Kolonel Inf Muhammad Yamin Dano, Kajati Jambi Sapta Subrata, Kabinda Brigjen Pol. Drs. Irawan David Syah, Bupati Batanghari, Bupati Sarolangun, Bupati Muaro Jambi, Bupati Tebo.

Wawako Jambi, Wabup Bungo, PJU Polda Jambi, Kapolresta Jambi, Kapolres Muaro Jambi, Kapolres Batanghari, Kapolres Bungo, Kapolres Tebo, Kapolres Sarolangun, Kepala Asosiasi Pengusaha Batu bara Jambi, Kepala Asosiasi Transporter Batu bara Jambi, Investor Pengembangan Jalan Letjen (purn) Drs. Sutiyoso,Ketum HMI Badko Jambi,Ketum PMII Jambi dan Ketum HMI Cab Jambi.(afm)





Artikel Rekomendasi