JAMBERITA.COM - Usaha keras Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi menekan angka dan memutus rantai sebaran Covid-19 membuahkan hasil.
Saat ini Kabupaten Tanjung Jabung Barat turun ke level 1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Tanjab Barat turun ke level 1 ini berlaku mulai terhitung sejak tanggal 9 hingga 22 November 2021.
Keputusan ini berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 58 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Tanjab Barat, Ir. H Taharuddin mengatakan bahwa turunnya level Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke level 1 tak lepas berkat usaha dan kerja keras saling sinergi antara Pemkab Tanjabbar, TNI, Polri dan tenaga kesehatan (Nakes) yang hingga kini sudah melakukan suntik vaksin dosis 1 dan dosis 2 mencapai angka 60 persen lebih dari 339.286 jiwa penduduk di Tanjab Barat.
"Alhamdulillah akhirnya kita turun ke level 1 setelah sebelumnya sempat berada di zona merah. Kita berharap tren positif ini terus membaik hingga kita dinyatakan zona hijau," kata Jubir Satgas Covid-19 Tanjabbar, H Taharuddin, Rabu (10/11/21).
Kendati demikian, Taharuddin mengingatkan agar tetap waspada dan masyarakat jangan sampai lengah selama pandemi covid-19 belum berakhir. Meskipun dengan turun ke level 1 ini ada sejumlah kelonggaran dalam beraktivitas di masyarakat maupun menggelar acara pertemuan.
"Kita ingatkan masyarakat jangan sampai lengah dan waspada dengan prokes. Tetap disiplin," ujar Taharuddin.
Kapolres Tanjab Barat, AKBP Muharman Arta mengingatkan hal yang sama, meskipun sudah turun ke level 1, masyarakat, aparat dan petugas tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (Prokes).
"Tetap jaga disiplin prokes patuhi 5M. Terutama warga yang lagi ada acara hajatan buat acara yang mengundang orang banyak prokes nya harus betul-betul diperhatikan," tegas Kapolres.
"Selain itu bagi yang belum vaksin kembali kami ingatkan cepat vaksin. Karena ini demi kebaikan kita bersama," ujar Muharman, mengingatkan masyarakat Tanjabbar.
Sementara Desi warga Tungkal Ilir, mengaku tetap akan patuh dan disiplin menggunakan masker. Meski Tanjabbar sudah turun ke level 1.
"Pakai masker tetap kita lakukan. Sebab pakai masker ini bukan cuma untuk kepentingan jaga diri dari ancaman corona. Tapi juga menghindari terhirup debu saat berkendaraan," ujar perempuan berjilbab tersebut.
"Kalau masker nya sudah terasa kotor, ya saya ganti dengan yang baru. Kan sekarang harga masker tidak semahal pas awal awal corona," pungkasnya. (Hengki)
Bupati Anwar Sadat Sambut dan Apresiasi Kunjungan Menkes RI ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal
Wabup Tanjab Barat Sambut Tim Verifikasi Kementerian Kehutanan di Mangrove Pangkal Babu
KNPI Sarolangun Usulkan Jenderal Hoegeng jadi Pahlawan Nasional
Serahkan Alat PCR ke RSUD Mayjen A Thalib Sungai Penuh, Al Haris : Tetap Prokes
Naik Ambulance ke Siloam, Mashuri Masih Sempat Suruh Kru RS Istirahat Makan Siang


Kejati Jambi dan Angkasa Pura II Teken PKS, Perkuat Kepatuhan dan Pendampingan Hukum


